Jumat 27 Feb 2026 18:05 WIB

Wajib Paham: Dua Rukun Puasa Ramadhan yang Mesti Dijalankan agar Ibadah Menjadi Sah

Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Rep: Muhyiddin,/ Red: A.Syalaby Ichsan
Sejumlah siswa sekolah membaca Al Quran  bersama-sama di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026). Kegiatan tadarus Al Quran yang diikuti ratusan siswa itu  merupakan bagian dari pesantren kilat yang rutin  dilaksanakan saat Bulan Suci Ramadhan.
Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah siswa sekolah membaca Al Quran bersama-sama di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026). Kegiatan tadarus Al Quran yang diikuti ratusan siswa itu merupakan bagian dari pesantren kilat yang rutin dilaksanakan saat Bulan Suci Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Agar puasa yang dijalankan sah menurut syariat, umat Islam harus memahami rukun puasa. Rukun puasa adalah unsur pokok yang harus dipenuhi. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka puasa menjadi tidak sah.

Dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam asy-Syafi’i pada bab puasa dijelaskan bahwa rukun puasa ada dua, yaitu niat dan menghindari perkara yang membatalkan puasa.

Baca Juga

Rukun pertama puasa adalah niat. Niat merupakan tekad dalam hati untuk melaksanakan ibadah puasa semata-mata karena Allah SWT. Tanpa niat, puasa tidak sah meskipun seseorang menahan diri dari makan dan minum sepanjang hari.

Dalil wajibnya berniat puasa adalah sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (Muttafaqun ‘alaih).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Hafshah, Nabi SAW bersabda: “Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Subuh, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR.An Nasai)

Niat tidak harus diucapkan dengan lisan, karena yang terpenting adalah niat di dalam hati. Namun, melafalkan niat diperbolehkan sebagai bentuk membantu menghadirkan kesadaran beribadah.

Berikut bacaan Niat Puasa Ramadhan: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhis syahri Ramadhana hadzihissanati lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

photo
Relawan menuangkan lauk ke makanan sahur yang akan dibagikan secara gratis kepada warga di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (27/2/2026). Pembagian makanan sahur yang digelar Himpunan Pemuda Alkhairaat Palu setiap bulan Ramadhan yang melibatkan 40 relawan tersebut menyediakan 5.000 sampai 7.000 porsi setiap malamnya untuk melayani warga sekitarnya. - (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement