Jumat 23 Feb 2024 23:08 WIB

Pria Kanada Bunuh Satu Keluarga Muslim Diganjar Hukuman Seumur Hidup

Pembantaian itu adalah serangan anti-Muslim paling mematikan di Kanada.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Pemakaman keluarga Muslim korban islamofobia di Islamic Centre of Southwest Ontario, London, Ontario, Kanada dihadiri ratusan pelayat, Sabtu (12/6). Tampak peti mati keluarga Afzaal yang dibungkus bendera Kanada.
Foto: REUTERS/Carlos Osorio
Pemakaman keluarga Muslim korban islamofobia di Islamic Centre of Southwest Ontario, London, Ontario, Kanada dihadiri ratusan pelayat, Sabtu (12/6). Tampak peti mati keluarga Afzaal yang dibungkus bendera Kanada.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Masih ingat kasus pembunuhan sadis satu keluarga Muslim di Kanada oleh seorang pria memggunakan mobilnya? Pengadilan Kanada resmi menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Nathaniel Veltman (23 tahun).

“Seorang penganut supremasi kulit putih telah melakukan terorisme ketika dia bertemu dengan sebuah keluarga Muslim yang sedang jalan-jalan sore,” kata seorang hakim Kanada ketika dia menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup karena pembunuhan itu.

Baca Juga

Dilansir dari TRT World, Jumat (23/2/2024), keputusan pada Kamis tersebut adalah yang pertama di Kanada yang membuat hubungan antara supremasi kulit putih dan terorisme dalam kasus pembunuhan. Pada November 2023, Nathaniel Veltman dituntut atas empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama atau terencana, dan satu tuduhan percobaan pembunuhan dalam pembunuhan tiga generasi keluarga Afzaal yang juga membuat seorang anak laki-laki yatim piatu.

Dia mengakui menyerang keluarga dengan truk pikapnya pada Juni 2021 di London, Ontario. Penuntut berpendapat di persidangan bahwa dia berusaha mengintimidasi dan meneror Muslim. Pembela mengatakan dia telah menderita penurunan mental, yang bagaimanapun, tidak memenuhi persyaratan untuk pembelaan kegilaan.

 

Pengacaranya juga mengatakan dia berada dalam keadaan kebingungan yang ekstrem, setelah mengonsumsi jamur psilocybin halusinogen akhir pekan itu.

Hakim Renee Pomerance dari...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement