Rabu 17 Jun 2020 17:00 WIB

LP Ma'arif NU Minta Negara Beri Insentif buat Guru Swasta

Guru swasta diharapkan diberi insentif oleh pemerintah.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
LP Ma'arif NU Minta Negara Beri Insentif buat Guru Swasta. Foto: Guru mengajar di kelas. (Ilustrasi)
Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
LP Ma'arif NU Minta Negara Beri Insentif buat Guru Swasta. Foto: Guru mengajar di kelas. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan insentif finansial kepada tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah swasta. Usulan ini disampaikan oleh Ketua LP Ma'arif NU KH Zainul Arifin Junaidi, kepada Republika.co.id, Rabu (17/6).

"Karena hidupnya sekolah swasta seperti Ma'arif ini kan dari uang SPP kan, sementara kalau tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah, kita minta orang tua bayar SPP tentu susah. Jadi pemerintah harus berikan insentif finansial kepada guru-guru swasta dan juga tenaga kependidikannya," katanya.

Baca Juga

Kiai Zainul juga mengatakan, LP Ma'arif NU juga mengusulkan agar pemerintah menyediakan anggaran untuk peningkatan kapasitas guru dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Dia mengakui, banyak guru yang gagap menggelar pembelajaran jarak jauh. "Jadi dari segi metode pengajarannya itu belum ketemu," ungkapnya.

LP Ma'arif sendiri telah melakukan pelatihan untuk guru dalam masa pembelajaran jarak jauh ini. Selama sepekan ini sudah ada 300 kepala sekolah yang mengikuti pelatihan. Ditargetkan sekitar 2.600 kepala sekolah di bawah LP Ma'arif NU mengikuti pelatihan tersebut.

"Kita latih karena kita tahu persis bahwa kapasitas guru untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini perlu ditingkatkan," ucap Kiai Zainul.

Selain itu, LP Ma'arif NU juga mengusulkan supaya pemerintah memberikan dukungan pembiayaan untuk pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19. Sekolah yang berada di zona hijau tentu harus melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Dengan demikian, perlu disediakan tempat cuci tangan sebagai wujud pelaksanaan protokol kesehatan.

"Pemerintah diharapkan mendukung untuk itu, termasuk juga penyediaan masker. Kami malah sebenarnya mau mengusulkan juga seperti di China, misalnya setiap meja itu diberi kaca bilik, hanya saja ini biayanya sangat tinggi," tutur dia.

LP Ma'arif NU menaungi total 20.136 sekolah dan juga madrasah di seluruh wilayah Indonesia. Rinciannya, sekolah berjumlah 7.462 atau 39 persen, dan madrasah 12.674 atau 61 persen. Jumlah keseluruhan lembaga pendidikan tersebut meliputi madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah, SD, SMP, SMA dan SMK.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement