Kamis 12 Mar 2020 16:57 WIB

Benarkah Mencintai Allah SWT Sulit Dilakukan Muslim?

Mencintai Allah SWT pada dasarnya bisa dilakukan setiap Muslim.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah
Mencintai Allah SWT pada dasarnya bisa dilakukan setiap Muslim. Ilustrasi ibadah.
Foto: Antara//Adeng Bustomi
Mencintai Allah SWT pada dasarnya bisa dilakukan setiap Muslim. Ilustrasi ibadah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mencintai Allah SWT sudah seharusnya menjadi perasaan paling besar di antara perasaan manusia terhadap lainnya. Meski demikian perlu dipahami, kecintaan kepada Allah adalah sesuatu yang sulit dicapai.

Dalam ilmu kalam (teologi) bahkan dikenal bahwa sebab mencintai Allah adalah sebuah kesulitan lantaran manusia menyangkal mencintai suatu wujud yang bukan merupakan spesiesnya sendiri. 

Baca Juga

Untuk itu manusia kerap mendefinisikan bahwa kecintaan kepada Allah sekadar ketaatan belaka. Orang-orang yang berpikir demikan biasanya tak mengerti apa esensi dari ajaran agama.

Dalam buku Meramu Kebahagiaan karya Al Ghazali disebutkan, sesungguhnya menggapai puncak kebahagiaan bisa dilakukan manusia dengan ‘berjalan’ bersama-sama dengan Allah SWT. Bahkan seluruh Muslim di sanubarinya sepakat bahwa cinta kepada Allah adalah suatu kewajiban .

Rasulullah SAW bahkan menegaskan dalam sebuah hadis berbunyi: “Sebelum seseorang mencintai Allah dan Nabi-Nya lebih dari pada mencintai yang lain, (maka) ia tidak memiliki keimanan yang benar,”.

Dalam buku Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan, karya Haidar Baghir disebutkan, ketika malaikat maut hendak mengambil nyawa Ibrahim, Ibrahim berkata: “Pernahkah engkau melihat sahabat mengambil nyawa sahabatnya?”, Allah pun menjawab pertanyaan tersebut: “Pernahkah engkau melihat seorang kawan yang tidak suka untuk melihat kawannya?”.

Mendengar itu, Ibrahim lantas berkata: “Wahai Izrail, ambillah nyawaku!”. Hal ini merupakan bukti kecintaan Ibrahim kepada Allah SWT.

Hasan Basri bahkan sering berkata: “orang-orang yang mengenal Allah akan mencintai-Nya, dan orang yang mengenai dunia akan membencinya,”. 

Untuk itulah dalam ajaran Islam dikenal anjuran untuk menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat.

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement