Sabtu 22 Feb 2020 12:45 WIB

Solo Peduli Kembangan Minat Santri Jadi Konten Kreator Muda

Mendorong munculnya lebih banyak konten kreator muda dalam menyebarkan dakwah Islam.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Fakhruddin
Akses internet di daerah. Ilustrasi.
Foto: Antara
Akses internet di daerah. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --- Puluhan santri Pesantren Solo Peduli antusias mengikuti pelatihan pengembangan media. Ada sebanyak 67 santri yang dilatih untuk pengembangan minat dan bakat santri dalam bidang media. Pelatihan itu berlangsung di Masjid Al Aqsha, Klaten. 

Kepala Pesantren Solo Peduli, Devit Hari Ashari mengatakan pelatihan itu dilakukan untuk membantu santri dalam mengembangkan minat dan bakat dalam bidang media serta mendorong munculnya lebih banyak konten kreator muda yang semangat dalam menyebarkan dakwah Islam melalui media. 

"Harapannya santri-santri bisa lebih siap untuk terlibat aktif dalam aktivitas media yang mendukung kegiatan-kegiatan di pesantren Solo peduli, SMK Solo Peduli maupun kegiatan sosial lainnya yang diadakan Solo Peduli untuk menunjang pendokumentasian dan publikasi kegiatan yang profesional dan diterima dengan baik oleh masyarakat umum," kata Devit dalam rilis yang diterima Republika,co.id pada Sabtu (22/2). 

Pelatihan program bootcamp untuk pengembangan kemampuan santri di bidang media bukn pertama kali dilakukan pesantren Solo Peduli. Akhir tahun lalu, pesantren Solo Peduli juga sukses menggelar pelatihan serupa. 

Sementara dalam pelatihan awal tahun ini, santri Solo Peduli mendapat berbagai pelatihan diantaranya tentang fotografi, videografi, dokumentasi udara dengan menggunakan drone, dokumentasi darat menggunakan kamera, pelatihan desain grafis, pelatihan editor website dan juga pelatihan jurnalistik. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement