Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Mulianya Cinta Umar bin Khathab untuk Baginda Rasulullah SAW

Selasa 21 Jan 2020 21:40 WIB

Rep: MgRol 127/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW (ilustrasi)

Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: republika
Umar bin Khathab mencintai Rasulullah SAW melebihi apapun.

REPUBLIKA.CO.ID, Sebagai Muslim, seberapa besar kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW? Mungkin, secara lisan bisa saja mempersentasekan sebesar apapun yang kita inginkan. Tapi, bagaimana cara membuktikan kecintaan kita tersebut?  

Baca Juga

Sebagai contoh, ada kisah seorang sahabat Nabi SAW yang cintanya luar biasa kepada Nabi. Dia lah Umar bin Khathab. Dalam buku Semulia Akhlak Nabi karya Amru Khalid menceritakan kisah Umar bin Khattab RA yang berjalan bersama Nabi diiringi sebagian sahabat.  

Kemudian Rasulullah menggandeng tangan Umar bin Khathab. Umar pun berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu.” Maka, Nabi berkata, “Melebihi cintamu kepada orang tuamu, wahai Umar?” Lalu, Umar pun menjawab, “Ya.” 

Rasulullah kembali bertanya, “Melebihi cintamu kepada hartamu, wahai Umar?” Kemudian, Umar kembali menjawab, “Ya.”  

Beliau SAW pun meneruskannya, “Melebihi dirimu, wahai Umar?” Umar pun menjawab, “Tidak.”  

Betapa jujurnya Umar pada dirinya sendiri. Seketika Nabi SAW berkata, “Tidak, wahai Umar. Tidak sempurna imanmu sampai engkau mencintaiku melebihi dirimu sendiri.”

Kemudian, Umar berkata, “Maka, aku pun keluar sambil berpikir. Kemudian dengan semangat aku kembali menyaringkan suara sambil mengulang kalimat tadi,‘Demi Allah, wahai Rasulullah, sungguh aku mencintaimu melebihi diriku sendiri.”  

Maka Nabi menjawab, “Sekarang, wahai Umar, sekarang, wahai Umar, (baru benar).”  

Kemudian, Abdullah bin Umar RA bertanya, “Apakah yang menyebabkanmu berubah?”  

Lalu Umar menjawab pertanyaan anaknya itu, “Wahai anakku, ketika aku keluar, aku bertanya kepada diriku; siapa yang lebih aku butuhkan pada hari kiamat, diriku atau Rasulullah? Maka aku pun menemukan jawabannya; bahwa aku membutuhkan beliau SAW dari pada diriku sendiri. 

Kemudian aku teringat ketika diriku dalam kesesatan lalu Allah menyelamatkanku.”  

Abdullah bin Umar bertanya lagi, “Wahai ayahku, jika ada sesuatu yang engkau lupakan dari Rasulullah SAW, maka apakah sesuatu itu yang tidak akan engkau lupakan untuk selamanya?”  

Maka Umar bin Khathab menjawab, “Jika aku lupa terhadap sesuatu, maka aku tidak melupakan suatu hari saat aku mendatangi beliau SAW sambil berkata, ‘Izinkanlah aku untuk keluar mengerjakan umrah, wahai Rasulullah,’ 

Kemudian, Rasulullah SAW pun berkata, ‘Wahai saudaraku, jangan melupakan kami dari kemustajaban doamu’. Kata-kata yang diucapkannya membuatku bahagia melebihi seluruh harta di dunia ini!” kata Umar kepada anaknya.

 

(Mgrol127)

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA