Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Saat Imam Malik Menolak Keinginan Khalifah Harun Ar-Rasyid

Senin 16 Des 2019 03:00 WIB

Red: Muhammad Hafil

 Khalifah Harun Ar-Rasyid (ilustrasi).

Khalifah Harun Ar-Rasyid (ilustrasi).

Foto: Encyclopedia.com
Usai keinginannya ditolak, Khafilah Harun Ar-Rasyid mendoakan Imam Malik.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Imam Malik yang merupakan pendiri Mazhab Maliki, pernah hidup sezaman dengan Khalifah Harun Ar-Rasyid, khalifah kelima dari kekhalifahan Dinasti Abbasiyah. Imam Malik tinggal di Kota Madinah sementara Harun Ar-Rasyid tinggal di pusat pemerintahan di Baghdad.

Suatu ketika, Harun Ar-Rasyid mengunjungi Kota Madinah. Syekh Abdul Aziz Asy-Syinawi, penulis buku Biografis Empat Imam Mazhab terbitan Beirut Publishing, menuliskan kisah pertemuan Imam Malik dan Harun Ar-Rasyid tersebut. Dalam sebuah pertemuan itu, Harun Ar-Rasyid mengajukan tiga keinginannya kepada Imam Malik. Berikut tulisannya:

Imam Malik berkata, "Amirul Mukminin Harun Ar-Rasyid bermusyawarah denganku dalam tiga perkara; Beliau ingin menggantungkan kitab Al-Muwattha (kitab karangan Imam Malik) di Ka'bah dan menganjurkan manusia untuk mengamalkan isi kitab tersebtu, membongkar mimbar Nabi Muhammad SAW lalu memmbangunnya dari permata, emas, dan perak. Kemudian, beliau mengajukan Nafi' bin Abi Nu'aim sebagai Imam di Masjid Nabawi."

Lantas, aku katakan kepada Khalifah Harun Ar-Rasyid, "Wahai Amirul Mukminin, adapun menggantungkan kitab Al-Muwattha, maka sesunguhnya para sahabat telah ber-ikhtilaf (berbeda pendapat) dalam masalah furu' dan mereka telah menyebar (di berbagai negeri) dan masing-masing mereka telah benar menurut ijtihad mereka. Adapun membongkar Masjid Rasulullah (Masjid Nabawi di Madinah) lalu membangunnnya kembali dari permata, emas, dan perak maka saya berpandangan agar anda tidak menghalangi manusia dari peninggalan Rasulullah SAW. Sedangkan keinginan anda mengajukan Nafi' sebagai imam Masjid Nabawi, maka sesungguhnya Nafi' adalah imam di dalam qira'ah, dikhawatirkan muncul darinya sesuatu yang di luar kebiasaan maka hendaklah engkau mengantisipasinya."

Kemudian Khalifah Harun Ar-Rasyid berkata kepada Imam Malik, "Semoga Allah memberikan taufik kepada anda wahai Abu Abdillah."

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA