Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Tiga Kesulitan Ibu dan Pesan Rasulullah SAW

Sabtu 07 Dec 2019 05:05 WIB

Red: Agung Sasongko

Ibu Hamil (Ilustrasi)

Ibu Hamil (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Banyak pengorbanan seorang ibu yang tidak akan bisa dilakukan oleh ayah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Imam Nur Suharno

Suatu hari, seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi SAW menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Kemudian ayahmu." (HR Bukhari dan Muslim).

Mengapa ibu disebut hingga tiga kali, sementara ayah hanya disebut sekali? Hal ini memberikan pelajaran, ada tiga macam kesulitan seorang ibu yang tidak akan bisa dirasakan atau diwakilkan oleh ayah.

Yakni, pada saat sang ibu mengandung, melahirkan, dan menyusui. Karena itu, kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Imam al-Qurtubi menjelaskan, hadis tersebut menunjukkan kecintaan dan kasih sayang terhadap ibu harus tiga kali lipat lebih besar dibandingkan terhadap ayah.

Nabi SAW menyebut, kata 'ibu' sebanyak tiga kali, sementara kata 'ayah' hanya satu kali. Hal ini karena kesulitan dan kepayahan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak.

Masih banyak pengorbanan seorang ibu yang tidak akan bisa dilakukan oleh ayah. Sedangkan, seorang ayah memiliki peran yang juga penting, selain sebagai pemimpin (kepala) keluarga, adalah pemberi nafkah untuk keluarga yang menjadi bekal hidup sehari-hari.

Allah SWT berfirman, "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.

Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar." (QS an-Nisa [4]: 34). Terlepas ibu disebutkan tiga kali dan ayah disebut satu kali, orang tua memiliki jasa yang tidak ternilai. Karena itu, Allah memerintahkan kepada setiap anak untuk berbakti kepada kedua orang tua sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, terlebih kepada ibu.

Allah SWT berfirman, "Dan, Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (QS Luqman [31]: 14).

Semoga, Allah membimbing kita sebagai anak untuk berterima kasih kepada kedua orang tua yang telah memiliki jasa besar dalam hidup kita dengan birrul walidain. Amin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA