Rabu 13 Nov 2019 16:46 WIB

Ada Dua Replika Masjid Indonesia di Taman Tamadun Islam

Masjid yang direplikasi bentuknya itu adalah Masjid Menara Kudus.

Taman Tamadun Islam
Foto: Tangkapan Layar Youtube
Taman Tamadun Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dari 22 replika masjid dan monumen Islam di Taman Tamadun Islam, terdapat pula masjid dari Indonesia. Masjid yang direplikasi bentuknya itu adalah Masjid Menara Kudus atau Masjid Al Manar Kudus. Masjid yang didirikan oleh Sunan Kudus ini merupakan bentuk asimilasi antara karya arsitektur Islam dan Hindu.

Tak hanya berasal dari kawasan Asia, masjid-masjid yang dibuat replikanya di sini  juga ada yang berasal dari Eropa, misalnya, Masjid Kul Shariff dari Rusia, Masjid Al-Hambra dari Spanyol, dan Masjid Suleyman yang berdiri megah di Turki. 

Baca Juga

Sedangkan, dari kawasan Afrika, terdapat masjid dari Mesir, yakni Masjid Mohammad Ali dan Masjid Besar Agadez di Nigeria. Replika lainnya didominasi oleh masjid-masjid dari benua Asia, seperti Masjid Abu Nasr Parsa (Afganistan), Masjid Nabawi dan Masjidil Haram (Arab Saudi), Masjid Sheikh Luffallah (Iran), Masjid Agung Samarra (Irak), Masjid Kubah As Sakhrah (Palestina), dan Masjid Agung Aleppo (Suriah). Ada pula Menara Kalyan (Uzbekistan) dan Taj Mahal (India).

Kawasan Asia Tenggara, antara lain, diwakili oleh  Masjid Sultan Omar Ali Saifudin (Brunei), Thailand Masjid Pattani (Thailand), Masjid Sultan (Singapura), dan Masjid Menara Kudus (Indonesia). Sementara, Malaysia menampilkan dua masjid, yakni Masjid Negara dan Masjid Kristal. 

Untuk penggarapan replika-replika masjid tersebut,  pihak pengelola ternyata menggunakan banyak tenaga lokal. Seperti dilansir visit-terengganu.net, hampir 65 persen pekerjaan pembangunan taman ini dilakukan oleh kontraktor dan tenaga ahli lokal. “Selebihnya, diambil dari tenaga ahli luar negeri,” begitu informasi yang tersaji di laman tersebut.

Sebagai sebuah taman, daya pikat TTI bukan hanya pada replika-replika masjid itu. Meski harus diakui, replika-replika itu merupakan daya tarik utama. Di taman ini, para pengunjung bisa juga menyisiri lokasi lewat trek jalan kaki yang beralaskan konblok. Trek ini berada di zona dua dari taman ini. Sedangkan, zona pertamannya diisi oleh bangunan-bangunan replika masjid. 

Di zona dua ini, disediakan juga trek buat pengguna sepeda. Untuk pengunjung yang ingin mengelilingi lokasi ini dengan mengayuh sepeda, tersedia sepeda sewaan. Sedangkan, buat yang ingin meluangkan waktu sambil menyeruput kopi atau makan penganan ringan, lokasi ini menyediakan pula deretan kafe. Masih di lokasi yang sama, terdapat pula kedai yang menjual aneka cendera mata.

sumber : Islam Digest Republika

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement