Selasa 24 Sep 2019 06:58 WIB

BMH Bantu Korban Asap Karhutla di Lima Provinsi

Laznas BMH sudah menyalurkan 10 ribu masker kepada warga korban asap.

Relawan BMH memakaikan masker kepada seorang bocah korban asap di Palangkaraya.
Foto: Dok BMH
Relawan BMH memakaikan masker kepada seorang bocah korban asap di Palangkaraya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran hutan yang melanda Provinsi Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur mendorong Laznas Baitul Maal Hidayatullah  (BMH)  ikut serta memberikan layanan bantuan kepada masyarakat terdampak asap.

"Sejauh ini relawan terjun bergelombang. Tercatat sudah 10.000 warga mendapatkan bantuan berupa masker dan 1.000 orang mendapatkan layanan oksigen portable dari BMH," terang Direktur Program Laznas BMH Pusat, Firman ZA  melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (23/9).

Ia menambahkan, laporan relawan di lapangan menyebutkan bahwa di beberapa daerah di Kalimantan Barat, tepatnya di Pontianak kondisi mulai membaik karena ada yang turun hujan. Meski demikian,  tim BMH tetap siaga mengantipasi dampak lanjutan. "Kemarin, Jambi dilaporkan yang cukup parah keadaannya," imbuh Firman.

photo
BMH menyalurkan bantuan kepada warga korban asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Bukti Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Km. 10 Lingkar Luar Palangka Raya.

Firman mengemukakan, masyarakat korban asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla)  tentu berharap bantuan dan pemadaman kebakaran dapat segera dilakukan. Hal ini ditangkap oleh relawan yang menyalurkan bantuan ke Kelurahan Bukti Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Km. 10 Lingkar Luar Palangka Raya.

"Saat relawan membagikan 1.000 masker untuk masyarakat, mereka berharap agar kebakaran hutan dan lahan ini dapat disikapi serius oleh pemerintah, agar masyarakat selamat dan dapat beraktivitas seperti sedia kala," terang Koordinator Relawan Nasional BMH, Dhiyauddin.

Hal serupa juga disampaikan oleh warga kepada relawan BMH di Jambi, tepatnya di  Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir, Muaro Jambi.

"Masyarakat Jambi juga sangat berharap terkait tindakan penyelamatan lebih serius. Langit menguning dan kualitas udara sudah sangat membahayakan, masyarakat banyak menderita sesak nafas. Mereka membutuhkan rumah oksigen atau penyediaan oksigen, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan lansia," tutur Dhiyauddin.

BMH berencana dalam waktu dekat segera membuka posko rumah oksigen untuk membantu warga dan evakuasi serta pertolongan pertama bagi warga terdampak asap karhutla.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement