Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Kebaktian di Halaman Masjid Darussalam, Menag: Menyejukkan

Ahad 01 Sep 2019 05:11 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Israr Itah

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
Menag bersykur dan berterima kasih kepada jamaah dan pengurus masjid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah foto suasana peribadatan umat Kristiani di pelataran masjid viral di media sosial. Foto yang diunggah di laman akun Facebook Jeferson Goeltom itu menggambarkan suasana kebaktian tutup peti umat Kristen, dipimpin pendeta, dihadiri keluarga, dan warga sekitar. Diketahui tempat kebaktian tutup peti berlangsung di halaman Masjid Darussalam Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (26/8). 

Baca Juga

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin kemudian menunaikan shalat Jumat di masjid itu tanpa pemberitahuan ke pengurus masjid.  Menag bersykur dan berterima kasih kepada jamaah dan pengurus masjid atas toleransi yang mereka ciptakan di lingkungan Masjid Darussalam. 

"Ini sungguh menyejukkan, ini sesungguhnya pengamalan ajaran Islam yang menebarkan damai. Masjid ini bernama Darussalam (Kampung Damai), Subhanallah," kata Lukman melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (31/8).

Ia mengungkapkan, mungkin bagi pengurus masjid dan warga setempat, mengizinkan umat Kristiani melaksanakan kebaktian di halaman masjid adalah hal biasa. Namun bagi masyarakat luas dan di mata dunia menjadi sesuatu yang berbeda. 

"Ini amat sangat menyejukkan, bahwa Islam di Indonesia seperti ditunjukkan takmir Masjid Darussalam adalah Islam yang senantiasa menebarkan damai dan rahmat bagi sesama," kata Lukman.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darussalam, Muhammad Hari Casmo bercerita, ada pihak keluarga dari umat Kristen yang meninggal menemui DKM. Mereka meminta izin menggunakan halaman masjid untuk kegiatan kebaktian tutup peti. Sebab gang menuju rumah duka terlalu sempit sehingga menyulitkan peti jenazah masuk atau keluar.

"Selaku pengurus masjid, saya persilakan menggunakan halaman masjid untuk peribadatan tersebut, kita niatnya lillahi ta'ala semata karena saling membantu sesama merupakan hal baik, termasuk dengan pemeluk agama lain," ujarnya.

Hari berpandangan, apa yang telah terjadi bagian dari rencana Allah. Baginya peristiwa itu adalah bagian dari ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Tapi dia mengaku kaget karena kegiatan peribadatan di halaman masjid menjadi viral di media sosial.   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA