Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

MUI Ingin Kominfo Jamin Penutupan Situs Berunsur Pornografi

Ahad 18 Agu 2019 16:14 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Hasanul Rizqa

Ketua PP Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas menutup Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah di kampus ITB-AD pada Selasa (14/5).

Ketua PP Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas menutup Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah di kampus ITB-AD pada Selasa (14/5).

Foto: Republika/Fuji Eka Permana
MUI menilai, konten pornografi dapat merusak akhlak anak bangsa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), diminta untuk menutup semua konten yang berunsur pornografi di internet. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas. Menurut dia, Kominfo harus menjamin agar konten tersebut tidak bisa diakses masyarakat.

Baca Juga

"Kita minta dengan sangat kepada Kominfo agar betul-betul bisa menjamin sehingga konten-konten pornografi tidak bisa diakses oleh siapapun di negeri ini," kata Buya Anwar Abbas dalam keterangannya kepada Republika.co.id, Ahad (18/8).

Sebab, lanjut dia, kemajuan yang ingin diraih bangsa Indonesia berlandasan pada nilai-nilai akhlak yang baik dan bermartabat, termasuk di dalamnya tata krama kepantasan.

Dia juga mengingatkan, bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai berketuhanan dan berbudaya luhur. Kemajuan teknologi akan kehilangan makna bila nilai-nilai demikian ditinggalkan.

"Untuk itu, jangan sampai terjadi karena semangat ingin maju, tetapi akhlak dan moralitas menjadi terlanggar," papar dia.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Buya Anwar, ke depannya MUI turut terlibat dalam memberikan literasi kepada masyarakat di daerah-daerah agar mampu menyaring segala bentuk konten negatif di dunia maya dan dapat memanfaatkannya secara produktif.

Seperti diketahui, Pemerintah menargetkan sinyal internet akan merata di seluruh Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Pada tahun tersebut, wilayah-wilayah yang termasuk dalam 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) akan mendapatkan akses layanan internet setara dengan di Pulau Jawa. Penetrasi internet yang merata ini dinilai sangat penting untuk mengembangkan ekonomi digital yang sedang digalakkan pemerintah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA