Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

'Tujuan Pendidikan Menjadikan Generasi Beriman dan Bertakwa'

Senin 13 May 2019 22:53 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Hasanul Rizqa

Suasana Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kampus ITB-AD pada Senin (13/5).

Suasana Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kampus ITB-AD pada Senin (13/5).

Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) mengingatkan tentang tujuan pendidikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemajuan suatu bangsa tidak melulu ditentukan oleh pencapaian materil, tetapi juga mental. Hal itu ditekankan rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Prof Asep Saefudin saat menjadi pembicara di acara "Pengkajian Ramadhan" yang dihelat PP Muhammadiyah, hari ini.

Baca Juga

Dia mencontohkan, kemajuan teknologi tak terlalu penting bila masyarakat yang memanfaatkannya tidak berkepribadian baik. Malahan, boleh jadi teknologi yang unggul akan menimbulkan bencana ketika jatuh ke tangan yang salah.

Maka dari itu, lanjut Asep Saefuddin, penting sekali untuk menerapkan pendidikan yang berbasis pembangunan karakter (character building). "Semuanya tetap kembali pada pendidikan. Senjata paling ampuh untuk mengubah dunia adalah pendidikan," kata dia di kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (13/5).

Proses mengubah sikap dan perilaku seseorang atau suatu kelompok hanya efektif melalui pendidikan, yang tidak hanya berfokus pada ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga iman dan takwa serta kemanusiaan.

"Tujuan pendidikan kita juga dalam Undang-Undang yaitu beriman dan bertakwa. Semua diksinya benar dan bagus. itu harus mampu diturunkan ke dalam berbagai indikator," ujarnya.

Menurutnya, pendidikan karakter yang baik dimulai sejak peserta didik memasuki usia dini. Nilai-nilai karakter harus dibangun, semisal religiusitas, kejujuran, toleransi, disiplin, gemar membaca, kreatif, mandiri, dan sebagainya.

"Hal ini sebenarnya ada di kultur kita tetapi pelaksanaannya sangat susah, maka dalam konteks teknologi bagi anak jangan dulu dikenalkan teknologi tetapi benahi dulu karakternya," papar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA