Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Pemerintah Minta MUI Sulteng Sebagai Wadah Pemersatu Umat

Senin 04 Feb 2019 22:12 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Logo MUI

Logo MUI

MUI merupakan wadah berkumpulnya cendikiawan dan ulama lintas ormas Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU— Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah (Sulteng) mengharapkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat meningkatkan peran mewujudkan persatuan umat.

"Ormas-ormas Islam di Indonesia cukup banyak, termasuk di Sulawesi Tengah. Karena itu, MUI diharap dapat menjadi sekaligus mewujudkan persatuan umat," ucap Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke, di Palu, Senin (4/2).

Rusman Langke hadir dan menyampaikan sambutan dalam pengukuhan pengurus MUI Sulawesi Tengah masa khidmah 2018-2023, yang di kukuhkan unsur pimpinan MUI Pusat Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Jaidi, di Wisma Haji Palu.

Pengukuhan itu juga dihadiri pejabat mewakili Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Organisasi Setda Provinsi Sulteng, Mulyono dan Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi. 

Dalam sambutannya, Rusman Langke menyebut MUI menjadi salah satu lembaga yang mewadahi para ulama, para cendikiawan Muslim dalam rangka memberikan bimbingan kepada umat.

Keberadaan MUI, kata dia, sangat dibutuhkan masyarakat, sangat dibutuhkan umat beragama utamanya umat Islam di Sulawesi Tengah dalam rangka menyatukan persepsi umat.

Karena itu, ia menilai, bila semua ormas Islam atau keterwakilan masing-masing ormas Islam ada di MUI, maka tentu sangat baik peran MUI dalam penyatuan persepsi.

"Adanya keterwakilan masing-masing ormas Islam di MUI, tentu lebih memudahkan MUI dalam memaksimalkan perannya di masyarakat dalam dakwah," ujar Rusman Langke.

MUI sebagai salah satu organisasi mitra pemerintah, sebut Rusman, tentu harus siap bekerjasama dengan pemerintah dalam membangun peradaban manusia.

"Ini harus di ikutkan dengan managemen organisasi yang baik, konsolidasi yang baik. Maka tentu akan baik bagi MUI," sebut dia.

Dia mengemukakan pembinaan berbasis kebutuhan masyarakat atau berbasis problem yang dihadapi saat ini oleh masyarakat sangat dibutuhkan.

Olehnya itu, MUI tentu harus memberikan pesan-pesan atau dakwah sesuai dengan kondisi atau kebutuhan masyarakat.

"Hal ini harus terorganisir dengan baik. Karena itu, perlu ada integrasi program dan langkah oleh MUI mulai dari tingkat kabupaten dan provinsi," urai dia. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA