Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Umat Islam di Athena akan Miliki Masjid Baru

Kamis 13 Dec 2018 16:10 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

Muslim Yunani

Muslim Yunani

Saat ini, hanya ada satu masjid di Yunani yang terletak di kota perbatasan utara

REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA -- Umat Islam di Yunani bersiap menyambut masjid pertama yang didanai pemerintah di kota Athena. Masjid baru yang dibangun di lingkungan Eleonas itu diperkirakan akan dibuka pada 2019 mendatang.

Ini adalah pertama kalinya, Muslim di Athena memiliki masjid resmi untuk beribadah setelah lebih dari satu abad lamanya. Athena adalah satu-satunya ibukota di Uni Eropa yang tanpa masjid resmi atau pemakaman Muslim.

Awalnya, Athena berencana untuk membangun masjid pada 1890. Namun, baru pada 2013 parlemen di Yunani mengajukan sebuah proyek.

Namun, rencana tersebut gagal karena sejumlah masalah seperti adanya protes dan reaksi dari para pemimpin agama. Pada 2016, parlemen yang terpilih kembali meluncurkan proyek asli dan mulai membangun masjid. Saat ini, hanya ada satu masjid di Yunani yang terletak di kota perbatasan utara di Thrace, dekat Turki.

Dilansir di TRTWorld, Kamis (13/12), masjid  baru tersebut akan berdiri di bekas pangkalan angkatan laut di sekitar Eleonas, yang terletak dekat alun-alun Monastiraki, lingkungan pasar loak di kota tua Athena. Lokasi ini dianggap sebagai salah satu tempat paling penting dan bersejarah di kota Athena.

Bangunan masjid seluas 1.000 meter persegi itu tidak akan memiliki menara. Namun, masjid tersebut akan menampung sebanyak 350 orang dan akan dipisahkan menurut jenis kelamin.

Pendapatan yang diperoleh dari donasi potensial di masjid tersebut akan digunakan untuk membiayai operasional masjid. Namun jika keuntungan itu melebihi kebutuhan operasionalnya, hal itu bergantung pada dewan masjid yang akan memutuskan apakah dana sumbangan akan diterima atau tidak.

Kerangka hukum menyerukan agar masjid dikelola oleh perwakilan negara, yang dibantu oleh dua perwakilan Muslim. Sementara imam yang diminta haruslah warga negara Yunani dan seorang Sunni.

Masjid dengan dua lantai itu akan menelan biaya sekitar 887.000 euro (1.007.966 dolar). Masjid akan dibuka untuk umum sepanjang hari dan selama 24 jam selama bulan suci Ramadhan. Sekretaris Jenderal Agama di Kementerian Pendidikan, Penelitian, dan Urusan Agama Yunani, Agios Georgios Kalatzis, mengatakan bahwa pembangunan masjid baru tersebut adalah usaha yang didanai publik.

"Ini adalah pilihan publik Yunani, dan pesan kepada masyarakat Muslim jelas bahwa Islam memiliki posisi yang setara di negara kita," kata Kalatzis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA