Ahad 15 Jan 2023 21:32 WIB

Umat Muslim Khawatir Yunani akan Hapus Jejak Ottoman-Turki di Trakia Barat

Pemerintah Yunani berencana untuk membangun lapangan di atas makam kuno Ottoman

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Bendera Yunani/ilustrasi. Pemerintah Yunani berencana untuk membangun lapangan di atas makam kuno Ottoman
Foto: greecepictures.org
Bendera Yunani/ilustrasi. Pemerintah Yunani berencana untuk membangun lapangan di atas makam kuno Ottoman

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL — Komunitas Muslim Turki di Barat Laut Yunani masih dilingkupi kekhawatiran dan ketakutan, atas rencana Yunani menghapus warisan sejarah Ottoman-Turki di wilayah tersebut, yang berasal dari abad ke-14. 

Kecurigaan itu terus muncul setelah sebelumnya, mereka berupaya meratakan pemakaman Muslim era Ottoman dan berencana mengubahnya menjadi lapangan sepak bola. 

Baca Juga

Kecurigaan muncul setelah upaya oleh Kotamadya Bulustra (Avdira) Provinsi Iskeçe (Xanthi) sekitar setahun yang lalu untuk membangun lapangan sepak bola di atas pemakaman Muslim era Ottoman di Horozlu (Petinos). 

Rencana otoritas Yunani untuk mengubah kuburan menjadi lapangan olahraga digagalkan setelah Ankara mengalihkan perhatian internasional terhadapnya dengan mengecam kehancurannya dan menyerukan pemulihannya ke "keadaan sebelumnya". 

"Yunani melakukan segala yang bisa untuk menghapus semua jejak sejarah Ottoman, baik itu pemandian, masjid, madrasah atau kuburan, di seluruh negeri dan di Trakia Barat," kata mufti (ulama Muslim) dari komunitas di Iskece, dilansir dari Daily Sabah, Ahad (15/1/2023). 

Berbicara kepada Anadolu Agency (AA) pada Rabu (11/1/2023), seorang wakil dari partai oposisi sayap kiri PASOK, Burhan Baran, mengatakan masyarakat memilih anggota dewan pengawas yang akan bertanggung jawab untuk mengikuti kasus tersebut, tetapi otoritas Yunani belum menyetujuinya. “Sangat wajar bagi kami untuk curiga tentang alasan di balik ini," kata Baran. 

Dia menjelaskan bahwa masyarakat mengimbau dewan kota untuk membersihkan batu nisan era Ottoman yang tersebar di antara pepohonan di daerah yang dulunya adalah hutan.

Baca juga: Kisah Pembantaian Brutal 20 Ribu Muslim Era Ottoman Oleh Pemberontak Yunani  

“Mereka memberi kami alat dan kami menugaskan dua imam kami untuk menemukan dan melihat batu nisan. Setelah kami memahami bahwa tidak mungkin untuk membersihkan area tersebut karena situs tersebut sangat kuno, kami meminta pemerintah kota untuk menghentikan pekerjaan, berharap dapat membersihkan dengan bantuan dari warga setempat,” ungkap Baran. 

“Saat masih dalam pembicaraan, Wali Kota Bulustra tiba-tiba meminta dewan kota untuk menyetujui pembangunan lapangan sepak bola dan taman,” katanya.  

Komunitas tersebut kemudian mengajukan petisi kepada otoritas Yunani yang kompeten, termasuk dari kementerian pendidikan dan urusan agama. Kami berhasil menghentikan rencana pemerintah kota atas pemakaman tersebut 

“Yang saya inginkan adalah menjaga makam yang merupakan peninggalan sejarah ini, salah satu elemen pemersatu kita,” tegasnya.  

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement