Selasa 06 Nov 2018 16:43 WIB

Din Syamsuddin Terima Penghargaan Kedua dari Jepang

Bintang jasa diberikan langsung oleh Kaisar Akihito.

Rep: Novita Intan/ Red: Andi Nur Aminah
 Din Syamsudin bersama isteri
Foto: dok. Istimewa
Din Syamsudin bersama isteri

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pemerintah Jepang memberi penghargaan “The Order of Rising Sun, Gold, and Silver Star” kepada Din Syamsuddin, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 2005-2015, di Istana Kekaisaran Tokyo, Selasa (6/11). Bintang jasa diberikan langsung oleh Kaisar Akihito dan telah diumumkan beberapa waktu lalu oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Apresiasi ini menjadi penghargaan kedua dari Jepang, setelah pada September 2016 menerima “The Japanese Foreign Minister’s Commendation” dari Menteri Luar Negeri Jepang melalui Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki. Humas Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Aya Kumakura, mengatakan bintang jasa ini diberikan atas peran dan kiprah Din atas dedikasinya dalam mempromosikan interaksi antara pemerintah dan masyarakat Jepang dengan masyarakat Islam.

“Din memiliki peran dalam dialog antar agama dan menjalin hubungan antara tokoh agama dan politisi Jepang, sehingga meningkatkan rasa saling pengertian antara masyarakat Jepang dan masyarakat Islam Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (6/10).

Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) ini memiliki riwayat hubungan yang baik dan luas dengan Jepang dilihat dari data yang diperoleh dari sekretariat CDCC. Hubungan tersebut terjalin antara lain atas jabatan Din sebagai Presiden-Moderator Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) yang bermarkas di Tokyo sejak 2007.

“Din beberapa kali diundang menjadi pembicara dalam forum-forum akademik di Doshisha University of Kyoto dan Waseda University di Tokyo, lalu rutin menghadiri dan memberikan ceramah pada International Peace Prayer di Sendai Buddhist Temple, Mount Hiei, Kyoto; hingga bekerjasama dengan Association on Communication of Transcultural Studies Foundation (ACT Foundation) dan Japanese Companies yang memiliki afiliasi dengan Partai Demokratik Liberal mengadakan beberapa kali kegiatan sosial di Jepang dan Indonesia sejak 2004,” ungkapnya.

Pengharagaan ini menjadi daftar ketujuh penghargaan pada tingkat internasional yang diterima Guru Besar UIN Jakarta ini. Pada 2017 Din menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Fatoni Thailand di bidang Studi Islam.

Sebelumnya, selain dari Pemerintah Jepang pada 2016, Din pernah menerima penghargaan Bintang Kelas Satu (Al-wisam li Addarajah al-Ula) dari Kerajaan Jordania, Lifetime Achievement Award dari World Chinese Economic Forum (2014), Ordine della stella di Italia dari Pemerintah Italia (2013), dan Muslim Figure Award dari Pemerintah Penang (2012). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement