REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Syekh Dr Mahmoud Al-Abidi, salah seorang ulama dari Kementerian Wakaf Mesir, mengungkapkan rahasia di balik keberhasilan Madinah beralih dari kawasan terbelakang menjadi kota yang maju, tenteram, dan sejahtera.
Syekh Mahmoud menjelaskan Kota Madinah menyimpan makna keindahan dan ketenangan yang telah bersemayam di hati umat Islam sejak kedatangan Nabi Muhammad SAW ke kota tersebut.
Menurutnya, kota yang mulia itu memperoleh cahaya dan keindahannya berkat kehadiran Rasulullah SAW.
Dikutip dari Masrawy, Sabtu (30/5/2026), dalam keterangannya di saluran televisi An-Nas, Syekh Mahmoud menjelaskan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau mengganti nama kota itu dari Yatsrib menjadi Thabah dan Thayyibah. Mengapa?
Hal ini karena kota tersebut menjadi penuh kebaikan dan keberkahan dengan kedatangan beliau.
Rasulullah SAW juga menetapkan Madinah sebagai tanah haram yang aman, sebagaimana Nabi Ibrahim AS menjadikan Makkah Al-Mukarramah sebagai tanah haram.
Syekh Mahmoud menambahkan, pada masa sebelumnya, Madinah dikenal sebagai wilayah yang banyak dilanda penyakit dan wabah.
Karena itu, Rasulullah SAW berdoa agar Allah memindahkan demam dan penyakit yang ada di Madinah ke daerah Al-Juhfah.




