Sabtu 30 May 2026 18:15 WIB

Ini Rahasia Mengapa Madinah Bisa Berubah dari Kawasan Terbelakang Menjadi Kota Peradaban

Madinah merupakan tempat yang dicintai Rasulullah SAW dan para sahabat.

Suasana Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi usai shalat subuh berjamaah, Ahad (10/5/2026) pagi waktu setempat.
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Suasana Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi usai shalat subuh berjamaah, Ahad (10/5/2026) pagi waktu setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Syekh Dr Mahmoud Al-Abidi, salah seorang ulama dari Kementerian Wakaf Mesir, mengungkapkan rahasia di balik keberhasilan Madinah beralih dari kawasan terbelakang menjadi kota yang maju, tenteram, dan sejahtera.

Syekh Mahmoud menjelaskan Kota Madinah menyimpan makna keindahan dan ketenangan yang telah bersemayam di hati umat Islam sejak kedatangan Nabi Muhammad SAW ke kota tersebut.

Baca Juga

Menurutnya, kota yang mulia itu memperoleh cahaya dan keindahannya berkat kehadiran Rasulullah SAW.

Dikutip dari Masrawy, Sabtu (30/5/2026), dalam keterangannya di saluran televisi An-Nas, Syekh Mahmoud menjelaskan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau mengganti nama kota itu dari Yatsrib menjadi Thabah dan Thayyibah. Mengapa?

Hal ini karena kota tersebut menjadi penuh kebaikan dan keberkahan dengan kedatangan beliau.

Rasulullah SAW juga menetapkan Madinah sebagai tanah haram yang aman, sebagaimana Nabi Ibrahim AS menjadikan Makkah Al-Mukarramah sebagai tanah haram.

Syekh Mahmoud menambahkan, pada masa sebelumnya, Madinah dikenal sebagai wilayah yang banyak dilanda penyakit dan wabah.

Karena itu, Rasulullah SAW berdoa agar Allah memindahkan demam dan penyakit yang ada di Madinah ke daerah Al-Juhfah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement