Selasa 19 May 2026 06:28 WIB

Din Syamsuddin: Pemerintah Harus Segera Bebaskan WNI yang Diculik Israel

Pemerintah diharap mengerahkan seluruh kemampuannya menjaga keselamatan WNI.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menyampaikan pidato dalam acara Milad ke-70 Universitas Muhammadiyah Jakarta di Kampus Cirendeu UMJ, Tangerang Selatan, pada 15 Desember 2025.
Foto: ist
Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menyampaikan pidato dalam acara Milad ke-70 Universitas Muhammadiyah Jakarta di Kampus Cirendeu UMJ, Tangerang Selatan, pada 15 Desember 2025.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada Senin (18/5/2026) malam menyampaikan bahwa lima orang warga negara Indonesia (WNI) termasuk jurnalis Indonesia diculik Zionis Israel. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), Din Syamsuddin meminta pemerintah Indonesia segera membebaskan WNI yang diculik Israel.

"Penculikan para relawan kemanusiaan dari Indonesia termasuk wartawan Republika oleh tentara Zionis Israel adalah kekejaman, kekejian, dan kejahatan kemanusiaan," kata Din kepada Republika, Senin (18/5/2026) malam.

Baca Juga

Din menegaskan bahwa relawan kemanusiaan dan jurnalis pergi ke Gaza Palestina bersama para relawan mancanegara bertujuan untuk membawa bantuan kemanusiaan. Mereka berlayar ke Gaza untuk memberi dukungan moril bagi rakyat Gaza yang menderita.

"Pemerintah Indonesia harus segera bertindak menyelamatkan mereka," ujar Din.

Din mengingatkan, sangat dikhawatirkan relawan dan jurnalis Indonesia menerima perlakuan kekerasan dan kejam oleh tentara Zionis Israel. Tindakan cepat pemerintah Indonesia adalah Amanat Konstitusi bahwa pemerintah bertanggung jawab melindungi segenap warga bangsa.

"Saatnya Indonesia bicara pada Forum Board of Peace (BoP) agar Netanyahu membebaskan Warga Negara Indonesia yang ditahannya," ujar Din.

photo
Jurnalis Republika Thoudy Badai (kiri) dan Bambang Noroyono (kanan). - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement