Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Lecehkan Pasangan Beda Agama, Polisi India Diskors

Kamis 27 Sep 2018 11:10 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi

Ilustrasi

Foto: EPA-EFE/STR
Hubungan beda agama dikecam di India yang mayoritas beragama Hindu.

REPUBLIKA.CO.ID, MEERUT -- Tiga perwira polisi India diskors akibat video viral yang memperlihatkan salah satu dari mereka mendesak seorang wanita muda Hindu mengakhiri hubungannya dengan lelaki Muslim. Dalam video tersebut, seorang polisi wanita terlihat berulang kali memukul dan memaki perempuan muda itu karena berkencan dengan pria beda agama.

“Anda lebih suka Muslim ketika ada begitu banyak pria Hindu di sini,” kata seorang polisi dalam video itu.

Dilansir di Aljazirah pada Rabu (26/9), polisi wanita itu juga melepaskan syal penutup wajah yang dikenakan sang gadis. Media India melaporkan insiden tersebut terjadi pada Ahad (23/9) di Kota Meerut, negara bagian Uttar Pradesh (UP) di pinggiran New Delhi.

Gadis itu dan kekasihnya adalah mahasiswa kedokteran berusia 20-an tahun. Mereka diserahkan pada polisi oleh anggota Vishwa Hindu Parishad (VHP) sayap kanan.

Seorang pejabat polisi mengatakan dua dari tiga polisi dalam video itu ditangguhkan dan dalam penyelidikan. “Tindakan mereka telah menyebabkan rasa malu bagi polisi UP,” kata polisi senior tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Dalam akun Twitter-nya, Kepolisian Uttar Pradesh menyatakan perilaku yang dipertontonkan penjaga keamanan itu tidak dapat ditoleransi.

Sebelum pasangan beda agama itu diserahkan kepada polisi, pelapor tersebut menerobos ke rumah pria Muslim dan menuduhnya melakukan jihad cinta. Istilah itu digunakan oleh kelompok Hindu untuk menuding pria Muslim yang berusaha mengubah keyakinan seorang Hindu melalui pernikahan.

“Seseorang tidak diizinkan melakukan apa pun di masyarakat, bahkan jika pengadilan tinggi memungkinkan orang dewasa untuk memilih pasangan mereka,” kata pemimpin VHP Manish Kumar yang diduga memimpin insiden itu.

Pasangan itu dibebaskan karena tidak ada keluhan dari anggota keluarga terhadap hubungan mereka. Hubungan beda agama dikecam di India yang mayoritas beragama Hindu. Umat Islam hanya perjumlah sekitar seperlima dari total penduduk negara tersebut.

Sejumlah aktivis hak asasi dan feminis menuduh lembaga-lembaga negara mengabadikan narasi patriarkal dan islamofobia yang didorong oleh kelompok-kelompok Hindu sayap kanan tersebut. Pada Juni lalu, pasangan lintas agama dilecehkan oleh seorang pejabat paspor India dan memicu kemarahan besar-besaran.

Berbulan-bulan sebelum insiden itu, Mahkamah Agung India menguatkan perkawinan kontroversial antara seorang pria Muslim dan seorang gadis Hindu, yang sudah menjadi mualaf sebelum menikah. Badan Investigasi Nasional menyatakan selama berbulan-bulan media menjadikan isu itu sebagai berita utama bukti jihad cinta. Namun, MA mempertimbangkan alasan pernikahan itu sebagai hak orang dewasa menikah karena pilihan untuk mengukuhkan cinta mereka di pengadilan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA