Kamis 18 Jan 2018 14:06 WIB

Berdakwah Harus Gunakan Materi yang Membangun

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agus Yulianto
Tiga pendakwah WNI yang tergabung dalam jamaah tabligh berjalan bersama saat tiba di Bandara Soekarno, Hatta, Tangerang, Banten (Ilustrasi)
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Tiga pendakwah WNI yang tergabung dalam jamaah tabligh berjalan bersama saat tiba di Bandara Soekarno, Hatta, Tangerang, Banten (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua PBNU Marsudi Syuhud mengingatkan seluruh pendakwah di Tanah Air untuk tidak membuat perpecahan baik di kalangan masyarakat umum atau di kalangan Islam itu sendiri. Menurutnya, berdakwah tentu harus menggunakan materi-materi yang sifatnya membangun, tapi dengan arugument yang benar,  jelas, dan tidak menimbulkan fitnah.

"Materi dakwah itu, yang penting jangan sampai membuat perpecahan di antara Islam itu sendiri. Sekarang kan lagi banyak itu medsos-medsos yang menurut saya hasilnya menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Itu yang harus dihindari," kata dia kepada Republika.co.id, Kamis (18/1).

Marsudi juga memaparkan, sebetulnya semua materi dalam berdakwah itu boleh disampaikan. Namun, kata dia, bila mengakibatkan keburukan, maka hal yang boleh itu tentu tidak perlu disampaikan.

Dia mengumpamakan, semua jenis makanan pada dasarnya boleh dimakan. Tapi, bukan berarti boleh memakan seluruhnya jika mengakibatkan hal yang kurang baik. "Jadi, apapun itu boleh, tapi tidak semuanya harus dilaksanakan kalau akibatnya menjadi kurang baik," ungkap dia.

Menurut Marsudi, seorang pendakwah harus memahami betul apa yang harus disampaikan ke masyarakat melalui dakwahnya, dan mana yang tidak perlu disampaikan. Karena itu, ucap dia, ada konsep boleh dan baik, dan ada juga sesuatu yang boleh, tapi tidak harus dilaksanakan. "Nah kalau sudah boleh dan baik, inilah yang kita dorong," ujar dia.

Marsudi juga mengingatkan, materi dakwah yang hendak disampaikan pun, harus berasal dari sumber yang jelas dan bukan fitnah. "Sesuatu yang disampaikan ada dasarnya, ada argumentasinya, jelas dan bukan fitnah. "Jadi yang penting ada dasarnya dan tidak mengira-ngira," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement