Jumat 30 Jun 2017 10:05 WIB

Serangan di Dekat Masjid di Paris, Seorang Pria Ditangkap

Rep: Puti Almas/Wahyu Suryana/Santi Sopia/ Red: Agus Yulianto
 Seorang warga muslim melintasi polisi Prancis yang berjaga di luar masjid kota Paris (Ilustrasi)
Seorang warga muslim melintasi polisi Prancis yang berjaga di luar masjid kota Paris (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Seorang pria mencoba menabrakkan kendaraannya ke arah pejalan kaki di area sekitar masjid wilayah tenggara Ibu Kota Paris, Prancis, Kamis (29/6). Beruntung, dalam insiden ini dilaporkan tidak ada satu orangpun yang terluka. Menurut keterangan kejadian tepatnya berlangsung sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

Pria yang membawa mobil itu secara tiba-tiba melajukan kendaraannya ke arah kerumuman orang-orang di area luar masjid. Namun, saat mendekat ke arah kerumunan, mobil yang pria itu kemudikan terhalang pembatas atau dikenal sebagai bollards yang ada di area pinggir masjid tersebut.

Setelah serangan itu gagal dengan sendirinya, ia mencoba melarikan diri, namun dengan cepat ditangkap oleh petugas kepolisian. Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan apa sebenarnya motif tersangka serangan ini.

Dalam surat kabar lokal Le Parisien dikatakan bahwa pria itu berasal dari Armenia dan ingin melakukan tindakan balasan atas sejumlah insiden teror terkait Islam di Paris. Di antaranya adalah serangan yang terjadi di teater Bataclan dan Champs Elysees, yang diklaim oleh Negara Islam Irak Suriah (ISIS).

Sejak 2015, Prancis berada dalam status keadaan darurat karena sejumlah insiden teror yang terjadi di negara itu dan membuat setidaknya 230 orang tewas dalam serangkaian peristiwa tersebut. Tetapi, kini dalam satu bulan terakhir, serangan yang nampaknya menargetkan warga Muslim di Eropa juga terjadi.

Pada 19 Juni lalu, di Ibu Kota London, Inggris insiden yang menargetkan orang-orang di sekitar area masjid juga terjadi. Serangan tepatnya terjadi di dekat masjid Finsbury Park, wilayah utara London. Satu orang tewas dan delapan lainnya dilaporkan terluka dalam peristiwa ini.

Menurut laporan, serangan terjadi dengan menggunakan sebuah mobil van. Pelaku menabrak pejalan kaki yang berada di atas trotoar. Saat itu, sekumpulan orang yang berada di lokasi kejadian baru saja selesai melaksanakan ibadah sholat tarawih yang menjadi salah satu ibadah umat Muslim selama bulan Ramadhan.

Serangan yang menargetkan jamaah masjid di Inggris kali ini diduga sebagai bentuk Islamofobia yang dalam beberapa waktu belakangan berkembang di negara itu. Perdana Menteri Theresa May mengatakan bahwa kejadian ini merupakan serangan teroris yang potensial dan harus diselidiki lebih dalam.

sumber : BBC/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement