REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO— Terdapat satu amalan spesial di pagi hari yang diwasiatkan secara langsung oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Apakah amalan tersebut?
Yaitu sholat Dhuha. Anggota Komisi Fatwa di Darul Ifta Mesir, Syekh Muhammad Kamal, menjelaskan hukum dan keutamaan sholat Dhuha.
Menurutnya, sholat Dhuha merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) dan senantiasa dicontohkan oleh Rasulullah SA .
Dalam penjelasannya, dikutip dari Masrawy, Jumat (5/6/2026), Syekh Muhammad Kamal mengutip hadis yang diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari RA, Rasulullah SAW bersabda:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
"Setiap pagi, setiap persendian tubuh salah seorang di antara kalian memiliki kewajiban sedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat Sholat Dhuha yang dikerjakan seseorang." (HR Muslim)
Dia menjelaskan, hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan Sholat Dhuha, karena dua rakaat yang dikerjakan pada waktu Dhuha dapat menjadi pengganti berbagai bentuk sedekah yang seharusnya dilakukan sebagai ungkapan syukur atas nikmat anggota tubuh yang diberikan Allah SWT.