Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Seperti Apakah Jual Beli yang Terlarang dalam Islam?

Senin 01 Mei 2017 15:33 WIB

Red: Irwan Kelana

Ustadz Thuba Jazil bin Damanhuri rutin mnengisi kajian rutin ekonomi Islam di Masjid Alumn IP Bogor, Jawa Barat, setiap Senin, ba'da Maghrib.

Ustadz Thuba Jazil bin Damanhuri rutin mnengisi kajian rutin ekonomi Islam di Masjid Alumn IP Bogor, Jawa Barat, setiap Senin, ba'da Maghrib.

Foto: Dok Masjid Alumni IPB

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dalam Islam pada dasarnya semua praktik muamalah itu boleh, kecuali yang dilarang. Dalam praktik jual-beli, misalnya, umumnya boleh, kecuali jual beli yang terlarang (jual beli ‘inah).

“Jual-beli ‘inah yang dilarang oleh Rasulullah dijabarkan ulama sebagai jual-beli oleh kedua belah pihak di mana penjual menjual barang kepada pembeli dengan harga tunai dan sepakat untuk menjual kembali kepada penjual dengan harga tidak tunai atau sebaliknya. Tentunya penjual tidak akan mau membeli barang tersebut dengan harga yang lebih mahal melainkan dengan harga yang lebih murah sehingga mendapatkan keuntungan,” kata Ustadz Thuba Jazil bin Damanhuri, Senin (1/5).

Ustadz  Thuba menambahkan, ulama’ memandang praktik ini adalah tipu-muslihat belaka atau sering disebut dengan hilah dalam transaksi. “Seakan-akan mengambil keuntungan dari jual-beli melainkan hanya trik saja,” ujar Dosen Bisnis dan Manajemen Islam STEI Tazkia itu.

Menurut Peneliti Senior CIBEST  IPB itu, trik ini terjadi untuk mengelabuhi penambahan yang diambil agar terlihat seperti jual-beli hakiki. Apabila dilihat dengan seksama, motivasi yang muncul dari jual-beli ‘inah merupakan cash money bukan pada barangnya, barang hanya sebagai perantara simbolik saja untuk kegiatan pertukaran yang akan kembali pada pihak pertama. “Penambahan uang saat pencicilan inilah yang dilarang dan ini dinyatakan haram dan tidak terjadi jual-beli haqiqi dalam bai al-‘Inah,” papa Thuba.

Ingin tahu lebih banyak tentang jual-beli yang terlarang dalam Islam? Ustadz Thuba siap berbagi ilmu mengenai hal tersebut dalam kajian Islam bertajuk “Bay Al Inah bagian II”. Kajian tersebut digelar di Masjid Alumni IPB, Botani Square Bogor, Jawa Barat, hari ini (Senin, 1/5) ba’da Maghrib. “Kajian Islam ini terbuka umum dan tidak dipungut  bayaran. Kami mengajak kaum Muslimin, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya untuk  menghadiri kajian ekonomi Islam ini,” kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Alumni  IPB Iman Hilman, Senin (1/5).

Iman menamahkan, Masjid Alumni IPB setiap hari menggelar kajian Islam. Salah satunya adalah kajian ekonomi Islam yang diadakan setiap Senin, ba’da Maghrib. “Kajian Islam tersebut menampilkan nara sumber Ustadz Thuba Jazil bin Damanhuri,” ujar tutur Iman Hilman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA