Rabu 01 Mar 2017 15:22 WIB

Muhammadiyah dan NU Termasuk dalam Ormas yang Temui Raja Salman

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud keluar dari pesawat saat mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud keluar dari pesawat saat mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud akan bertemu dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan tokoh lintas agama dalam dua hari yang berbeda.

"Ada dua pertemuan dengan tokoh agama. Pertama, tokoh umat Islam dari ormas Islam dan kedua, tokoh dari majelis agama yang sifatnya lintas agama. Ini terus kita perbaiki dan persiapkan sampai nanti benar-benar final," kata Lukman di kompleks Istana Presiden Jakarta, Rabu.

Raja Salman akan berada di Jakarta dan Bogor pada 1-3 Maret 2017, selanjutnya raja beserta 1.500 anggota delegasi, termasuk 14 menteri dan 25 pangeran akan melakukan kunjungan wisata di Bali pada 4-9 Maret 2017. Kedatangan Raja Arab Saudi terakhir ke Indonesia adalah pada 1970.

"Ormas Islam itu ada beberapa yang selama ini menjadi bagian dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) seperti pimpinan MUI dan beberapa ormas Islam. Pemerintah minta maaf yang sebesar-besarnya tidak mungkin mengundang semua ormas karena ormas jumlahnya ratusan padahal tempat dan waktunya terbatas. Jadi sifatnya representasi saja," tambah Lukman.

Dua ormas Islam besar Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah masuk dalam daftar ormas yang akan bertemu dengan Raja Salman. "Pertemuannya itu pada Kamis (2/3) siang setelah beliau dari DPR, menuju Masjid Istiqlal dan dari Istiqlal menuju ke istana dan presiden yang akan menjadi 'host' pertemuan itu," jelas Lukman.

Topik pembicaraan menurut Lukman mengenai bagaimana agama dapat dimanfaatkan menjadi landasan sekaligus tujuan untuk menciptakan peradaban dunia yang penuh kedamaian. "Upaya kita untuk menanggulangi tindak kekerasan, terorisme, ekstremisme akan lebih kita teguhkan melalui pertemuan tadi itu," tambah Lukman.

Lukman juga tidak mengungkapkan dengan jelas apakah pimpinan orman Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab juga termasuk orang yang diundang.

"Segala sesuatu yang terkait hal ini dipersiapkan Kementerian Luar Negeri dan pihak pemerintah Saudi tentu atas persetujuan kedua belah pihak. Ini terus kita matangkan sampai pagi ini," tambah Lukman.

Sedangkan pertemuan dengan tokoh lintas agama akan dilakukan pada 3 Maret 2017, setelah shalat Jumat.

Baca juga, Dampak Kedatangan Raja Salman Terhadap Pasar Keuangan Indonesia.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement