Ahad 28 Aug 2016 21:30 WIB

Minat Belajar Alquran di Denpasar Cukup Tinggi

Rep: ahmad baraas/ Red: Damanhuri Zuhri
 Belajar Alquran (ilustrasi).
Foto: Republika/Musiron
Belajar Alquran (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Minat warga muslim di Depasar Bali belajar membaca Alquran maupun belajar menerjemahkan Alquran cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya kelompok dalam masyarakat muslim yang mengikuti kursus untuk keperluan tersebut.

"Bukan hanya jumlah kelompoknya, tapi jumlah anggota dalam kelompok kursus bisa bertahan bertahun-tahun," ungkap Muslih, dari Pondok Pesantren Safinatul Huda (Safinda) Surabaya.

Kepada Republika di Denpasar, Ahad (28/8), Muslih mengemukakan, dari pengalamannya mengajar Program Pelatihan Terjemah Alquran selama ini di Denpasar, animo warga muslim cukup tinggi.

Bukan hanya kalangan orang tua, jelas Muslih, tapi juga kalangan remaja dan anak-anak, serta kaum perempuan. "Ini fenomena yang menggembirakan, karena ternyata minat belajar agama Islam warga muslim di Bali cukup tinggi," katanya.

Program Pelatihan Tejemah Alquran (PPTQ) yang dikembangkan Ponpes Safinda sangat mudah dicerna. Para santri diajarkan menerjemahkan Alquran kata per kata, sebelum akhirnya memahami makna kalimat secara utuh.

Dalam pelatihannya, pengajar PPTQ meyakinkan kepada peserta kursus, bahwa memahami atau mengerti arti tiga juz pertama Alquran, berarti sudah mengerti arti dari sebagian besar isi Alquran.

Karena, jelas Muslih, yang juga pengajar PPTQ, itu kata-kata yang ada pada tiga juz pertama, akan banyak diulang-ulang pada kalimat-kalimat atau juz-jus berikutnya.

"Dalam mengajar kami meminta para peseta kursus untuk lebih fokus pada juz-juz awal. Karena kalau sudah menguasai maknanya, maka akan mudah memahami juz-juz berikutnya," ungkap Muslih menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement