Rabu 27 Jan 2016 02:11 WIB

Dua Warga NTT Wakafkan Tanahnya untuk Mualaf

Dibutuhkan sinergi antara zakat dan wakaf.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Dibutuhkan sinergi antara zakat dan wakaf.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Pada 21 Januari 2016 yang lalu, pimpinan Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia, KH. Syamsul Arifin Nababan, bersama sekretaris ustadz Ozi Setiadi, MA.Pol, dan ustadz Iwan Al-Kupangi melakukan perjalanan khusus guna mengembangkan dakwah ke wilayah Indonesia bagian Timur, tepatnya di kota dan kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tujuan perjalanan dakwah tersebut mendirikan cabang pesantren Annaba di NTT.

"Di pesantren itu para muallaf yang baru saja masuk Islam dapat memperoleh pembinaan akidah Islam dengan baik," ungkap Kiai Nababan, seperti dilansir annaba-center.com, Rabu (27/1).

Kiai Nababan mengungkap, Indonesia bagian Timur perkembangan Islam perlahan demi perlahan semakin meningkat sehingga perlu adanya sebuah lembaga khusus yang membina para mualaf. “Perkembangan Islam di NTT sebenarnya mengalami peningkatan. Akan tetapi tidak jarang para mualaf yang belum lama memeluk Islam kemudian harus kembali ke agama lamanya karena tidak adanya pembinaan," kata dia.

Bak gayung bersambut, niatan untuk membantu para mualaf mendapat respons hangat dari tokoh setempat yang kebetulan seorang Muslim, H. Sampoerno, seorang perantau dari pulau Sumatera yang sudah menetap menjadi warga NTT 25 tahun lamanya. Beliau mewakafkan tanah seluas 1 hektar yang terletak di salah satu desa di kabupaten kupang untuk dibangun pesantren dan sarana pembinaan bagi para mualaf. Tak hanya itu, ustaz Sanjaya juga mewakafkan tanahnya 17x17 meter persegi.

“Kami seolah sedang bermimpi di siang hari tanpa tertidur. Keinginan untuk membebaskan sebidang tanah justru dipermudah oleh Allah Swt. dengan mempertemukan kami dengan para pejuang Islam. Ini sekaligus menjadi pertanda bagi kami bahwa pembangunan pusat pembinaan muallaf dan pesantren khusus bagi mereka seolah sudah ditentukan oleh Allah Swt. Semoga  hal ini segera terwujud.”, harap ustadz Ozi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement