Ahad 15 Nov 2015 13:09 WIB

Muhammadiyah Kecam Serangan Paris

Rep: wahyu suryana/ Red: Damanhuri Zuhri
Seorang pria memberikan penghormatan di luar restoran Le Carillon pagi hari setelah serangkaian serangan mematikan di Paris, 14 November 2015.
Foto: Reuters/ Christian Hartman
Seorang pria memberikan penghormatan di luar restoran Le Carillon pagi hari setelah serangkaian serangan mematikan di Paris, 14 November 2015.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan Muhammadiyah mengecam keras terjadinya Paris Attacks yang menimbulkan banyak korban.

Muhammadiyah yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian memandang tindakan tersebut merupakan perbuatan yang fasad fil-ardl, pengrusakan di muka bumi.

"Apapun alasannya yang terjadi di Paris merupakan perbuatan yang menghancurkan kehidupan sesama. Kalangan agama harus bersatu mengutuk perbuatan yang berlawanan dengan nilai-nilai luhur agama dan kemanusiaan yang utama," kata Haedar di Yogyakarta, Ahad (15/11/2015).

Haedar mengatakan perbuatan yang penuh kekerasan seperti itu tidak boleh ditoleransi atas nama apapun. Pesan Allah SWT sangat jelas, barangsiapa membunuh satu nyawa sama dengan membunuh seluruh umat manusia. Siapa yg menyelamatkan satu jiwa sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia.

Muhammadiyah, kata haedar, ikut berduka cita kepada korban dan keluarganya. Semua pihak harus memberi empati kepada keluarga korban sebagai wujud ekspresi kemanusiaan yang damai dan menyelamatkan sebagaimana pesan luhur Islam.

Menurut Haedar, kelompok apapun yang berada di balik peristiwa tersebut, terlebih  kalau ada yang memakai atribut Islam, sangat tidak bertanggungjawab dan tidak mewakili Islam. "Islam tidak mengajarkan kekerasan dan tindakan brutal,'' kata Haedar Nashir menegaskan.

Ia menambahkan, semua pihak tidak boleh berasumsi stigma terhadap Islam dan umat Islam. Kepada saudara-saudara kami Muslim di Eropa diharap semakin menjalin komunikasi yang positif dan proaktif dengan berbagai pihak untuk meningkatkan integrasi sosial dengan masy Eropa.

Lebih lanjut Haedar mengungkapkan Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin dan umat Islam harus membawa misi damai dan rahmat bagi lingkungannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement