REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Di tengah kondisi dunia yang tidak menentu dan penuh ketidakpastian, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban umat. Salah satu ikhtiar besar yang terus didorong adalah penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai upaya mewujudkan kesatuan umat Islam dalam penentuan waktu ibadah.
Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sayuti, menekankan pentingnya sinergi antara Muhammadiyah dan media massa dalam menyebarkan gagasan serta kegiatan organisasi kepada masyarakat luas. Menurutnya, kerja dakwah dan penyebaran pemikiran Persyarikatan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan media, terutama dalam menyosialisasikan gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Bagi Muhammadiyah, gagasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis penanggalan, melainkan merupakan bagian dari upaya besar membangun kesatuan umat Islam di seluruh dunia.
"Dukungan media sangat penting agar gagasan ini dapat dipahami secara luas oleh masyarakat," ujarnya, dalam acara konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor PP Muhammadiyah, Senin (16/3/2026).
KHGT sebagai Ijtihad Peradaban
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut menegaskan bahwa Muhammadiyah terus melakukan berbagai ikhtiar agar konsep Kalender Hijriah Global Tunggal dapat diterapkan secara luas, baik di Indonesia maupun di dunia Islam.
Haedar mengakui, upaya tersebut merupakan bagian dari ijtihad penting dalam sejarah umat Islam. Dia menilai, keberadaan kalender hijriah yang seragam merupakan kebutuhan mendesak bagi umat Islam yang saat ini tersebar di berbagai belahan dunia.
View this post on Instagram




