Rabu 30 Sep 2015 21:36 WIB

'Indonesia Bakal Jadi Pusat Studi Islam Internasional'

Naskah klasik Islam Nusantara (ilustrasi).
Foto: wordpress.com
Naskah klasik Islam Nusantara (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Prof Dr Kamarudin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI merasa optimistis dan berkeyakinan bahwa Indonesia akan menjadi pusat studi Islam Internasional. Pernyataan ini ia sampaikan dalam Orasi Ilmiah pada acara Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta yang digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (29/9).

"Indonesia akan menjadi destinasi studi Islam internasional, hal ini bukan tanpa alasan karena Indonesia adalah negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia," katanya seperti dilansir Nu Online, Rabu (30/9).

Selain itu, kata dia, di dunia ini tidak ada lembaga pendidikan Islam yang jumlahnya  lebih besar dibanding Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pesantren di Indonesia yang hampir mencapai 30.000, ditambah dengan madrasah yang berjumlah hampir 70.000, dan Perguruan Tinggi Islam sebanyak 683 unit.

Dikatakannya, potensi lain yang bisa dijadikan sebagai indikator Indonesia bisa menjadi kiblat studi internasional adalah dilihat dari infrastruktur sosial yang terwujud dalam bentuk ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), dan ormas Islam lain yang berhaluan moderat. Ormas-ormas Islam ini berhasil mewujudkan keharmonisan antara Islam dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Distings atau kekhasan inilah yang tidak ditemukan di negara-negara muslim di dunia,” ujar Kamaruddin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement