Kamis 06 Aug 2015 14:34 WIB
Muktamar NU

NU Berkomitmen akan Tetap Menjaga Kerukunan Bangsa

Rep: c 25/ Red: Indah Wulandari
Rais Aam Syuriah PBNU terpilih KH. Ma'ruf Amin (ketiga kiri), dan Ketua PBNU terpilih KH. Said Aqil Siroj (empat kiri) berjabat tangan dengan para peserta Muktamar NU saat penutupan di alun-alun Jombang, Jatim, Kamis (6/8).
Foto: Republika/Yasin Habibi
Rais Aam Syuriah PBNU terpilih KH. Ma'ruf Amin (ketiga kiri), dan Ketua PBNU terpilih KH. Said Aqil Siroj (empat kiri) berjabat tangan dengan para peserta Muktamar NU saat penutupan di alun-alun Jombang, Jatim, Kamis (6/8).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Visi dan misi Nahdlatul Ulama (NU) kedepan diyakini tetap akan berada pada jalur menjaga kerukunan bangsa.

“Menjaga kerukunan bangsa, NU tetap akan berada di jalur itu," tegas Ketua Steering Committee Muktamar NU ke-33 Slamet Effendy Yusuf, Kamis (6/8).

Hal itu, menurutnya,karena NU sadar betul apabila bangsa Indonesia masih memiliki masalah besar terkait kerukunan bangsa.

Slamet menegaskan kembali kalau setiap orang yang merupakan warga negara Indonesia wajib menjaga kerukunan sesama warga negara, khususnya sesama umat Muslim.

Apalagi, ujarnya, sikap ekstremisme tidak mempedulikan siapa yang melakukan dan dari kelompok atau golongan agama apa mereka berasal.

Ia menjelaskan, jika sikap atau tindakan ekstremisme itu sendiri, bisa berasal darimana saja, termasuk dari para penganut agama yang ada di Indonesia. Slamet menitikberatkan kalau di Indonesia, hal tersebut masih sangat menjadi masalah bagi dua agama, yaitu Islam dan Kristen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement