REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) meluncurkan program Ayo Mondok. Wasekjen PBNU, Imadadun Rahmat mengatakan, gerakan Ayo Mondok merupakan implementasi gerakan PBNU yakni kembali ke pesantren atau Al-Audah ilaa Basantriin.
"Ayo mondok ini merupakan program kampanye kepada masyarakat untuk lebih mengenal pondok pesantren dan lebih mengenal keunggulan sistem pendidikan pesantren," ujar Imdadun kepada ROL, Selasa (2/6).
Ia menjelaskan, selama ini pengetahuan masyarakat tentang pondok pesantren sangat sedikit. Sehingga kesadaran masyarakat untuk mendidik anaknya di pesantren masih belum maksimal. Masyarakat idak memiliki sumber informasi yang tepat untuk mengetahui apa itu pesantren. Sehingga dengan adanya program ini diharapkan masyarakat lebih paham apa itu pesantren dan ingin mendidik anak-anaknya di pesantren.
Ia melanjutkan, pada era saat ini pesantren sangat diperlukan untuk kepentingan dakwah. Menurutnya, generasi muda harus diajarkan agama sejak dini melalui sarana yang tepat. Salah satu sarana tersebut yakni pesantren.
Selain memperoleh pendidikan agama, para generasi muda juga dapat mempelajari ilmu pengetahuan umum dan budi pekerti. Mengajarkan solidaritas sosial, kecerdasan untuk bersosialisasi, mandiri dan melatih anak kreatif. "Para ahli pendidikan memiliki kesimpulan bahwa belajar di pesantren mampu membuat anak belajar mandiri. Dan dibimbing dibawah ustad dinilai postif untuk memunculkan karakter baik bagi anak," katanya.