REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sungguh sebuah kenikmatan yang tidak terkira, kita masih dipertemukan lagi dengan ibadah yang sangat istimewa, yakni puasa Ramadhan. Salah satu keistimewaannya, puasa ini bisa dikerjakan sambil kita melakukan ibadah-ibadah lain.
Contohnya, ibadah puasa dapat dilakukan bersama-sama dengan shalat, bekerja, tadarus Alquran, atau yang lain-lain. Tetapi, tidak demikian dengan ibadah selain puasa. Misalnya, kita tidak bisa mengerjakan shalat sambil bekerja dan seterusnya.
Entah sudah berapa Ramadhan yang sudah kita jalani sampai kini dan bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas ketakwaan kita. Apakah kita melakukan puasa dengan penuh kesadaran dalam rangka mencapai visi ayat ke-183 surah al-Baqarah, yaitu la’allakum tattakun--agar diri bertakwa?
Ataukah, hanya sekedar rutinitas dan tanpa bekas apa pun pasca-Ramadhan nanti? Hanya pribadi kita masing-masing yang bisa menjawabnya. Demikian pula, hanya kondisi sosial masyarakat yang mampu membuktikannya.
View this post on Instagram




