Kamis 28 May 2015 11:47 WIB

Ini Dia Polisi Berjilbab Pertama yang Tangguh Melawan Geng Kriminal

Kadra Mohamed
Foto: somaliaonline.com
Kadra Mohamed

REPUBLIKA.CO.ID,ST.PAUL -- Kadra Mohamed (22 tahun) menghampiri rombongan ibu-ibu dan anaknya yang baru saja keluar dari toko swalayan. Gadis keturunan Somalia ini beramah tamah dengan keduanya.

Tidak beberapa lama, dua gadis yang mengenakan baju abaya sutra menarik tubuh polisi muslimah tersebut untuk berfoto bersama. Kemudian, sang pemilik toko ikut menyapa sang polisi wanita berjilbab tersebut.

"Kadra, aku ikut senang melihatmu mengenakan seragam itu,” cetus Abdi Mohamed dengan logat Somalianya yang kental.

Kemudian Kadra dan Abdi pun terlibat perbincangan hangat tentang keluarga mereka. Kadra, gadis muslimah dengan seragam polisi biru gelap itu memang bertugas menginspeksi kawasan Twin Cities, St. Paul yang banyak dihuni sekitar 80 ribu muslim keturunan Somalia-Amerika.

Latimes.com melansir, Kamis (28/5). Kadra adalah sosok polisi wanita muslimah pertama di jajaran kepolisian St. Paul. Ia baru diangkat pada Maret 2015 lalu.

"Saya pendek, berkulit hitam, muslimah, tapi siap bertugas mengamankan kawasan ini,” tegas gadis bertinggi badan 1,52 meter itu.

Meski menjadi pembuka sejarah di kalangan muslimah, keberadaan Kadra tak lepas dari kritik. Para tetua masyarakat Somalia disana menganggap Kadra menyalahi aturan budaya. Lantaran ia memakai celana panjang, terkadang memakai baju seragam berlengan pendek, dan tentu saja banyak berinteraksi dengan kaum lelaki.

Pengangkatan Kadra sebagai polisi di kawasan tersebut dinilai cukup krusial untuk mengatasi lonjakan angka kriminalitas jalanan sejak tahun 2001 lalu. Begitu pula menjadi pengayom kaum muda Muslim Somalia yang banyak direkrut masuk kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Tugas Kadra juga sebagai penerjemah bahasa Somalia ketika polisi lain bertugas di daerahnya. Ia pun tak segan berpartner dengan Tom Lee (24 tahun) untuk turun langsung ke daerah-daerah konflik antargeng.

"Maka, muncullah sosok Kadra Mohamed yang bisa diterima oleh orang kulit putih dan warga Somalia sekaligus. Namun, ia tetap menjadi misteri bagi kedua kultur tersebut,” papar tokoh masyarakat setempat Omar Jamal.

Sosok Kadra terlahir di tengah kamp pengungsian di Kenya pada tahun 1991. Orang tuanya mengungsi dari Mogadishu, Somalia karena tidak tahan dengan serangan bom yang tiap hari terjadi di daerah konflik tersebut. Ayah Kadra, Hassan Mohamed adalah keturunan Ethiopia dan ibunya, Zamzam asli dari Somalia.

Kadra dan keluarganya direlokasi ke Twin Cities bersama lebih dari 60 ribu penduduk dari suku Hmong. Pasangan ini mempunyai empat orang anak. Hassan meninggal saat Kadra berusia 12 tahun.

Kadra memakai jilbab saat kuliah di St. Cloud State University dan menulis tesis tentang rasisme di Minnesota.

Namun, ia pun ternyata tak lepas dari aksi rasisme. Tahun lalu, kepolisian St. Paul memberi sanksi pada dua anggotanya yang sengaja memampang foto di media sosial untuk menyindir kebijakan merekrut polisi muslimah.

Foto itu memperlihatkan perempuan dengan pakaian polisi yang mengenakan jilbab hitam bercadar di sebuah pesta Halloween. Kedua pelakunya pun dituntut untuk meminta maaf melalui media massa.

Mantan teman sekelas Kadra, Nada Mohamed sempat bercerita bahwa neneknya tidak setuju melihat sang sahabat menjadi polisi, meski Nada sendiri justru merasa bangga.

“Nenek saya menilai Kadra gila karena tidak pernah melihat Muslimah berjilbab ataupun tidak berjilbab yang melakukan sebelumnya,” jelas Nada.

Mendapati pro kontra di sekelilingnya, Kadra tetap tersenyum dan berdiri tegak. Meski, sang ibu sendiri masih sering memperingatkannya agar tak membawa senjata api ke dalam rumah mereka.

“Aku bilang padanya,’Ibu, kita sedang tidak berada dalam kondisi perang. Kenapa Ibu merasa takut pada senapan?”

Tantangan menghadapi kelompok geng brutal pun menjadi kegiatan sehari-hari Kadra. Tak jarang, ia memborgol sendiri para pria anggota geng sembari melakukan pendekatan dengan menggunakan bahasa Somalia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement