Sabtu 31 Jan 2015 22:11 WIB

Wapres JK: Tantangan NU Adalah Jadikan Islam Nusantara Rujukan Dunia

Rep: C14/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Nahdlatul Ulama.
Foto: NU
Nahdlatul Ulama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) menyelenggarakan peringatan hari lahir (harlah) NU yang ke-89. Dalam sambutan Harlah NU, Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) menyampaikan rasa syukur, NU menjadi organisasi besar yang mencapai usia jelang satu abad.

"Berkat kesungguhan para pendiri, pendahulu, serta pengurus NU semua, organisasi ini mencapai usia hampir satu abad. Ini luar biasa karena didasari keyakinan, mengembangkan organisasi sebagai amal yang berarti," ujar Wapres Jusuf Kalla di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Sabtu (31/1).

Wapres JK melanjutkan, NU dapat dikatakan sebagai organisasi Islam terbesar di dunia. Dari sisi kuantitas, kata Wapres, NU memiliki keanggotaan lebih dari 84 juta orang. Dibandingkan dengan organisasi-organisasi di negara-negara resmi Islam, jumlah keanggotaan NU jelas mengungguli.

Oleh karena itu, Wapres menuturkan, NU memiliki kewajiban moral untuk menjadikan Islam Nusantara sebagai acuan dunia dalam melihat penerapan Islam yang moderat.  "Dengan jumlah lebih dari 80 juta orang, ini pencapaian luar biasa dari NU. Saya kira, NU merupakan organisasi Islam terbesar di dunia. Maka tantangan bagi NU, menjadikan Islam Nusantara rujukan dunia internasional," ujar Wapres JK, Sabtu (31/1) di Jakarta.

Selain itu, kata Wapres, NU juga menghadapi tantangan-tantangan kebangsaan. Terutama, menjawab tantangan yang terus berubah dari zaman ke zaman pada lini pendidikan, kebudayaan, dan politik.

Dalam pandangan Wapres JK, kiprah para tokoh NU di dunia politik, tidak lantas menjadikan NU terjun langsung ke politik. Terlebih, pasca-kembalinya NU ke khittah 1926.

Adapun tantangan pada sektor pendidikan, menurut Wapres, sudah dan akan terus dijawab NU dengan kiprahnya pada pengembangan puluhan ribu pesantren dan nantinya puluhan universitas serta sekolah menengah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement