Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Pengadilan Malaysia Tegaskan Larangan Non-Muslim Gunakan Kata 'Allah'

Senin 23 Jun 2014 13:12 WIB

Rep: ani/ Red: Mansyur Faqih

Pengadilan tertinggi Malaysia menolak banding yang diajukan Gereja Katolik atas larangan menggunakan kata

Pengadilan tertinggi Malaysia menolak banding yang diajukan Gereja Katolik atas larangan menggunakan kata

Foto: The Malaysian Insider

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pengadilan tertinggi Malaysia menolak banding yang diajukan Gereja Katolik atas larangan menggunakan kata "Allah" untuk menyebut Tuhan. 

Suratkabar Katolik, The Herald mengajukan banding atas larangan penggunaan kata "Allah" pada 2009. Editor The Herald Lawrence Andrew mengatakan, sangat kecewa dengan keputusan itu. Dia menyebut keputusan tersebut tidak menyentuh hak-hak dasar kaum minoritas.

"Ini sudah menjadi larangan. Non-Muslim tidak bisa memakai kata itu," ujar salah satu pengacara Gereja S Selvarajah, dikutip dari BBC, Senin (23/6).

Pemeluk berbagai agama di Malaysia menyebut Tuhan mereka dengan Allah. Kalangan Kristen mengatakan mereka telah menggunakan kata "Allah" selama berabad-abad. Larangan tersebut dianggap melanggar hak mereka. 

Otoritas Malaysia mengatakan penggunaan "Allah" oleh kalangan Kristen bisa membingungkan Muslim. Bahkan, dikhawatirkan membuat sejumlah Muslim berpindah ke agama Kristen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA