Ahad 19 Jan 2014 03:35 WIB

Balqis Faradiba, Jilbab Semakin Mempercantik Diri

Gaya hijab cantik
Foto: styles-guide.com
Gaya hijab cantik

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Erdy Nasrul

Perempuan akan dipandang lebih terhormat bila berjilbab dengan baik.

Tanggal 18 Agustus 2010 merupakan momentum bersejarah bagi Balqis. Pemilik nama lengkap Balqis Faradiba itu mengisahkan, saat itulah titik balik hidupnya.

Perempuan yang semula tidak berjilbab, kemudian memberanikan diri menutup aurat di kala duduk di bangku sekolah menengah.

Semangat gadis kelahiran Jakarta itu berasal dari panggilan batin berdasarkan pengetahuan keagamaan yang diperolehnya dari guru mengaji. Selain itu, dia juga mendapat dorongan dari teman-temannya untuk berjilbab.

Menurut sosok kelahiran 10 Mei 1992 itu, berjilbab mampu menambah keanggunan perempuan. Kecantikan semakin bertambah. Tidak hanya itu, perempuan akan dipandang lebih terhormat bila berjilbab dengan baik.

Semangat yang baik ini akan terus dipertahankannya hingga akhir hayat. “Insya Allah,” ujar lajang yang memiliki tinggi badan 168 cm tersebut kepada Republika.

Balqis pantas bersyukur. Anugerah paras yang cantik memberikannya peluang untuk tampil di berbagai kontes kecantikan Muslimah.

Ada dua perhelatan penting bagi pemilik berat badan 45 kg ini, yaitu menjadi juara dalam Zaida Photo Contest dan nominator World Muslimah membuat namanya semakin melambung.

Dia menjadi lebih sering tampil sebagai model dan presenter. Jam terbangnya menjadi model terus bertambah. Tawaran demi tawaran berdatangan.

Balqis menuturkan, ada syarat tersendiri jika model busana Muslimah, Balqis Faradiba, ingin tampil dalam pentas. Jilbab harus menutup dada. Busana Muslimah yang ditampilkan harus menutup aurat.

Busana Muslimah tidak boleh transparan di seluruh bagiannya. Jadi, seluruh tubuh tertutup. “Muka tidak masalah terbuka,” kata mojang yang hobi jalan-jalan ini. Pihaknya tidak ingin tawar-menawar dalam hal berbusana.

“Syariatnya memang seperti itu,” kata Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan.

Profesi model menurutnya bukan berarti harus mengumbar aurat. Profesi satu ini tetap mampu menampilkan keanggunan dan kecantikan perempuan meskipun menutup aurat.

Pengalaman finalis World Muslimah itu terjun dalam dunia model masih semur jagung. Pada 2013, dia mengikuti Zaida Photo Contest (ZPC) di Bogor.

Seorang teman meyakinkan Balqis untuk mengikuti kegiatan itu. “Saya diyakinkan untuk mengikuti itu. Pasti menang katanya,” ujar Balqis mengenang.

Jebolan SMAN 7 Tangerang Selatan itu akhirnya mencoba. Dia melihat gambar-gambar model di internet. Gaya dan senyuman mereka menjadi modal bagi Balqis untuk tampil.

Acara yang diselenggarakan oleh sebuah brand hijab karya Marshaila Andra Rista Dani tersebut ternyata menjadi pengalaman berarti bagi hidupnya. Di saat menggunakan busana Muslim Zaida, dia kemudian melangkah ke panggung.

Perlahan dia berjalan. Blitz kamera kemudian bersinar dari berbagai arah. Ketika itu tidak ada keraguan sedikit pun dalam hatinya. Dia tampil apa adanya, penuh percaya diri.

Balqis berhasil meraih juara pertama ZPC. Modal yang dibawanya hanya satu, percaya diri. Baginya, berdiri di depan umum dengan sorotan kamera adalah saat yang paling tepat untuk menunjukkan kecantikan dan potensi diri. Namun sekali lagi, itu dilakukan tanpa harus sedikit pun menunjukkan aurat.

Pengalamannya mengikuti ZPC menjadi modal baginya untuk mengikuti World Muslimah pada tahun yang sama. Dia membuat video saat mengaji dan beraktivitas. Anak dari pasangan Bambang Edy dan Tuffah ini berasil masuk dalam 20 besar.

Meskipun belum berhasil maju dalam nominasi yang lebih ketat, Balqis merasa senang mendapatkan bekal pengetahuan keagamaan dalam acara tersebut.

Banyak prinsip keagamaan yang diajarkan, terutama mengenai penguatan tauhid. Keimanan kepada Allah SWT tidak sekadar kata-kata, tapi juga pelaksanaan rukun-rukun yang ada.

Tentu, harus dibarengi dengan shalat, puasa, zakat, dan lainnya. Melaksanakan itu semua harus dengan setulus hati, bukan karena keterpaksaan.

Selain itu, dia juga diajarkan cara membaca Alquran dengan baik dan benar. Membaca Alquran menurutnya dapat menenteramkan hati. Di saat hati gelisah atau letih karena kesibukan yang menjenuhkan, Alquran hadir sebagai oase yang menenteramkan.

Makna yang terkandung di dalamnya menyentuh batin. Ketika Alquran dibaca dengan nagham yang baik, akan indah didengar. “Ini yang membuat saya terkesan,” ujar gadis 22 tahun ini.

Kesibukannya menjadi model ternyata mendapat sorotan dari orang tua. Dia dinasihati untuk tetap fokus kuliah di tengah kesibukannya menjadi model.

Kuliah tidak boleh terbengkalai. Awal 2014 ini, Balqis memasuki semester delapan. “Saya akan menyelesaikan dengan segera. Saya berharap tepat waktu,” katanya.

Selain aktif dalam dunia model, dia juga magang di Kementerian Komunikasi dan Informasi. Dia ingin terus berkarir untuk mencurahkan potensi yang dimilikinya. Semua dilakukannya karena ingin mendapatkan berkah dan ridha dari Allah SWT.

BIODATA:

Nama: Balqis Faradiba

Lahir: Jakarta, 10 Mei 1992

Organisasi:

Anggota WALHI (2013)

Anggota WWF (2013)

Prestasi:

Juara pertama Kontes Foto Zaida 2013

Finalis World Muslimah 2013

Finalis Mosldol 2013

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement