Ahad 10 Mar 2013 17:54 WIB

Rusia Segera Buka Program Studi Islam

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Muslim Rusia shalat berjamaah di udara dingin
Foto: Reuters
Muslim Rusia shalat berjamaah di udara dingin

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW--Pemerintah Rusia memutuskan membuka program studi Islam. Kebijakan ini dimaksudkan agar Muslim Rusia tidak perlu belajar studi Islam di luar negeri.

Wakil Kepala Direktorat Spiritual Islam Rusia, Dami Gizatulis mengungkap program studi itu dapat ditempuh selama tiga atau lima tahun. Nantinya, dalam pendidikan itu akan disisipkan materi pendidikan yang menghargai perbedaan dan prinsip-prinsip hidup berdampingan secara damai.

"Ini merupakan wujud dari mimpi lama kami," katanya, seperti dikutip Voice of Rusia, Ahad (10/3).

Meski, banyak kalangan menilai dibukanya program studi Islam di Rusia lebih dikarenakan kekhawatiran Kremlin terhadap inflintrasi pendidikan terorisme yang diperoleh Muslim Rusia ketika belajar di luar negeri.

Sementara, kalangan di Rusia menyebut usaha itu merupakan langkah yang perlu diapresiasi.

Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan pemerintahannya akan menuntaskan kesiapan program sarjana dan pascasarjana studi Islam. Menurut Putin,program studi itu menjadi solusi Rusia untuk melahirkan pakar studi Islam yang sesuai dengan kebutuhan Muslim.

Secara terpisah, Kepala Pusat Studi Islam, Dengan Khalidov mengatakan studi Islam hanya dipelajari di sekolah Islam bukan lembaga pendidikan sekuler. "Saya kira, Muslim Rusia perlu memperdalam pengetahuan mereka tentang studi Islam, khususnya pada masalah hukum dan sejarah," kata dia.

Pakar Studi Islam, Georgy Engelgardt mengatakan kebanyakan lulusan studi Islam dari Arab Saudi dan Mesir kerap terlibat masalah. Mereka bawa ajaran radikal yang kemudian coba diadaptasikan di Rusia. Itulah yang kemudian menjadi masalah di Rusia. "Pemerintah Rusia melihat masalah ini sebagai ancaman keamanan nasional," kata dia.

Populasi Muslim di Rusia mencapai 23 juta jiwa. Sebagian besar populasi Muslim terkonsentrasi di negara bagian Kauskasus. Belakangan, terjadi sejumlah insiden yang menewaskan ulama Rusia. Mereka menjadi target kelompok terorisme. Terakhir, Mufti Rusia terbunuh dalam serangan di wilayah Tatarstan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement