Sabtu 27 Oct 2012 16:49 WIB

Antrean Panjang, Kendala Utama Layanan Katering di Mina

Jamaah haji Indonesia sedang wukuf di Arafah
Foto: Heri Ruslan/Republika
Jamaah haji Indonesia sedang wukuf di Arafah

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, mengatakan, layanan pengadaan katering untuk jamaah haji di Mina terkendala panjangnya antrean.

Akibat tempat yang terbatas di Mina, untuk setiap kloter hanya tersedia satu tempat prasmanan. Sehingga, jamaah harus antrea untuk menunggu giliran untuk mendapatkan makan.

‘’Kita sudah evaluasi dan segera melakukan perbaikan. Kita menempatkan petugas dan pengawas di setiap tempat prasmanan,’’ ungkap Anggito. Dengan begitu, diharapkan jamaah yang mendapat giliran makan yang pertama tak mengambil makanan secara berlebihan yang dapat membuat jamaah lain tak kebagian.

Dengan adanya pengawas di setiap tempat prasmanan, kata dia, masuknya jamaah non-kuota ikut antre makan bisa dihindari. Jamaah haji non-kuota dari  berbagai negara kerap masuk mengantre makan ke maktab jamaah haji Indonesia.

Terkait katering, Anggito mengaku dihadapkan pada pilihan yang sulit. Jika pelayanan makanan menggunakan nasi boks dikhawatirkan nasi yang disajikan kepada jamaah akan basi dan rawan menimbulkan keracunan. Namun, dengan sistem boks jamaah memang tak perlu mengantre makan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement