Selasa 19 May 2026 05:47 WIB

Dua Masjid Suci Sediakan Layanan Penerjemah

Para relawan membantu mempermudah komunikasi dengan jamaah.

Jamaah calon haji dari berbagai negara bersiap menjalankan shalat maghrib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) waktu setempat. Kementerian Haji dan Umrah RI menyatakan menjelang fase puncak haji pergerakan jamaah menuju Makkah terus berlangsung secara bertahap yang hingga hari ke-23 operasional penyelenggaraan haji atau Rabu 13 Mei 2026, jumlah jamaah calon haji Indonesia yang telah tiba di Makkah tercatat sebanyak 312 kloter dengan 120.507 orang.
Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Jamaah calon haji dari berbagai negara bersiap menjalankan shalat maghrib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) waktu setempat. Kementerian Haji dan Umrah RI menyatakan menjelang fase puncak haji pergerakan jamaah menuju Makkah terus berlangsung secara bertahap yang hingga hari ke-23 operasional penyelenggaraan haji atau Rabu 13 Mei 2026, jumlah jamaah calon haji Indonesia yang telah tiba di Makkah tercatat sebanyak 312 kloter dengan 120.507 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Selama musim Haji, Kota Makkah  menjadi tempat di mana bahasa Arab terdengar berdampingan dengan berbagai bahasa dari seluruh dunia.

Bahasa Urdu, Indonesia, Turki, Persia, Bengali, Inggris, Prancis, Swahili, dan lainnya terdengar selama pelaksanaan ibadah Haji. Hal ini mencerminkan persatuan umat Islam.

Baca Juga

Meskipun beragam budaya bercampur di tempat-tempat suci, bahasa ritual ibadah menyatukan para jamaah ketika mereka bersama-sama berdoa dan melakukan tawaf.  Sementara pihak berwenang berupaya mengatasi hambatan bahasa dengan menyediakan layanan multibahasa.

Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyediakan penerjemahan simultan khutbah Masjidil Haram ke dalam 10 bahasa melalui platform Manarat Al-Haramain dan radio FM.

Otoritas tersebut juga menyediakan panduan lokasi dan budaya dalam lebih dari 50 bahasa melalui headphone nirkabel dan kartu panduan digital.

Upaya penerjemahan juga mencakup buku, brosur, papan petunjuk arah, dan layar elektronik di dalam Masjidil Haram, di samping mushaf Al-Qur’an serta terjemahan maknanya dalam berbagai bahasa.

Di tempat-tempat suci, tim lapangan multibahasa dan para relawan membantu mempermudah komunikasi dengan jamaah. Mereka memberikan panduan kesehatan, organisasi, dan keagamaan guna meningkatkan keselamatan kerumunan serta memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah.

Semua ini membantu menghadirkan pengalaman terpadu yang meningkatkan pemahaman para pengunjung terhadap pesan Islam dan layanan Masjidil Haram. Hal ini juga mencerminkan posisi Makkah sebagai titik pertemuan global bagi umat Islam dari seluruh dunia. Di mana, terbentuk gambaran kecil dunia Islam dengan seluruh keragaman manusia dan budayanya.

Sumber:

Arab News

photo
Infografis Jadwal Rencana Perjalanan Haji 2026 - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement