Selasa 19 May 2026 18:23 WIB

Dubes Palestina Kutuk Keras Tindakan Israel yang Menculik WNI

Kedubes Palestina mengaku tidak terkejut dengan tindakan pasukan penjajah.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Hasanul Rizqa
Berbagai elemen masyarakat menggelar aksi menyuarakan penolakan terhadap penjajahan saat peringatan 78 Tahun Nakba atau Tragedi Pengusiran Rakyat Palestina oleh Zionis Israel, di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan sejarah panjang penderitaan rakyat Palestina serta menuntut hak kemerdekaan bagi mereka.
Foto: Edi Yusuf
Berbagai elemen masyarakat menggelar aksi menyuarakan penolakan terhadap penjajahan saat peringatan 78 Tahun Nakba atau Tragedi Pengusiran Rakyat Palestina oleh Zionis Israel, di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan sejarah panjang penderitaan rakyat Palestina serta menuntut hak kemerdekaan bagi mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina untuk Indonesia mengecam tindakan pasukan Israel yang menangkap para partisipan Global Sumud Flotilla (GSF). Dalam pernyataan resminya, ditegaskan bahwa GSF sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat Jalur Gaza, Palestina. Tindakan militer penjajah yang mencegat mereka saat di perairan internasional telah melanggar hukum internasional dan prinsip hak asasi manusia (HAM).

"Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia mengecam keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan oleh tentara pendudukan terhadap para peserta Armada Keteguhan Global (Global Sumud Flotilla/Asfuthur Ash-Shumud), yang merupakan para pahlawan pembela hak asasi manusia, keadilan, dan hukum internasional," demikian petikan pernyataan resmi Kedubes Palestina untuk RI, dikutip pada Selasa (19/5/2026).

Baca Juga

Kedubes Palestina menyampaikan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. RI disebutnya konsisten membela rakyat Palestina.

"Kami senantiasa berdiri bersama seluruh peserta armada ini, khususnya saudara-saudari kami dari Indonesia, dan kami berdoa kepada Allah SWT agar mereka dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat."

Kedubes Palestina mengaku tidak terkejut dengan tindakan Israel. Hal itu karena Zionis telah membantai rakyat sipil di Jalur Gaza.

Nestapa yang Israel lakukan tidaklah dimulai sejak 2023 belaka. Berpuluh-puluh tahun, entitas Zionis ini menjajah Bumi Palestina.

"Kami mengecam tindakan kriminal ini dan menegaskan bahwa segala bentuk kejahatan yang dilakukan oleh tentara Israel maupun pemukim ilegal tidak akan pernah menggoyahkan ketabahan rakyat kami," demikian pernyataan Kedubes Palestina.

"Sebaliknya, hal ini justru akan menambah kekuatan dan tekad kami untuk terus bertahan di tanah air kami serta melanjutkan perlawanan hingga Palestina beserta seluruh tempat suci Islam dan Kristen berhasil dibebaskan," sambungnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement