Senin 03 Sep 2012 07:06 WIB

Sosiolog Ini Usulkan Sertifikasi Ulama di Indonesia

Logo MUI
Foto: kemenag.go.id
Logo MUI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerhati kemasyarakatan yang juga Sosiolog Universitas Nasional Nia Elvina mengusulkan Kementerian Agama bisa mewacanakan untuk melakukan sertifikasi ulama.

"Jika dosen dan guru pun bisa disertifikasi, apakah tidak mungkin juga dilakukan bagi ulama untuk menjaga kredibilitas keulamaan," katanya di Jakarta, Senin.

Menurut dia, dirinya ingin memberikan pandangan mengenai ide tentang sertifikasi ulama karena melihat kecenderungan Islam di Indonesia ini mengarah pada radikalisme.

Misalnya, kata dia, akhir-akhir ini banyak konflik yang melibatkan pemeluk-pemeluk agama Islam.

"Saya pikir untuk mengatasi hal ini barangkali perlu diadakan semacam sertifikasi ulama itu," kata Sekretaris Program Ilmu Sosiologi Universitas Nasional (Unas) Jakarta itu.

Ia mengemukakan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa tidak sedikit ulama-ulama yang ada mempunyai kredibilitas yang rendah.

Dicontohkannya bahwa ada kasus mantan narapidana, preman atau artis bisa jadi ulama.

"Sehingga dakwah yang disampaikanpun kualitasnya sangat rendah. Mereka kurang bisa menginterpretasi dengan baik ajaran-ajaran Islam," katanya.

Akibatnya, kata dia, tidak jarang dengan dakwah yang tidak lengkap banyak menimbulkan kekacauan sosial.

"Dan tidak jarang peran mereka ini dipolitisir untuk memihak kepada kepentingan tertentu. Bukan kepentingan masyarakat Muslim terbesar/kalangan miskin di Indonesia," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement