Senin 24 Oct 2011 17:36 WIB

Komunitas Kalash, Pakistan Mulai Tertarik Memeluk Islam

Rep: Agung Sasongko/ Red: Djibril Muhammad
Komunitas Kalash, Pakistan
Foto: blogs.reuters.com
Komunitas Kalash, Pakistan

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD - Komunitas Kalash, terutama yang menetap di lembah Kalash Bumboret, Barat Laut Pakistan, mulai tertarik memeluk Islam. Ketertarikan itu tidak terlepas dari peran dakwah Muslim Pakistan di kawasan itu.

Namun, jumlah komunitas Kalash yang memeluk Islam belum bisa dipastikan. Komunitas yang mengaku keturunan tentara Alexander The Great ini, saat mendengar para mubaligh membacakan ayat Alquran begitu penasaran dengan isi keseluruhannya.

Sedikit demi sedikit mulai mempelajarinya dan akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam. Pook Shireen, salah seorang angggota komunitas Kalasha, telah memutuskan memeluk Islam ketika ia mengalami kecelakaan mobil.

Pejabat setempat mengatakan pemerintah Pakistan telah melindungi sekian lama keberadaan komunitas ini. Pemerintah Pakistan selanjutnya membangun jalan, pasokan air, sekolah dan rumah yang digunakan sebagai pusat aktivitas komunitas.

Seperti dikutip dari Ibtimes.com, Senin (24/10), populasi komunitas Kalash mencapai 3.500 jiwa. Secara fisik, mereka berbeda dengan kebanyakan warga Pakistan. Mereka berkulit pucat dan bermata biru. Mereka gemar memproduksi minuman anggur.

Kekhasan lain komunitas Kalash terlihat pada gaya berbusana kaum perempuan Kalash. Mereka tidak berkerudung, mengenakan gaun warna warni buatan sendiri dengan penutup kepala berupa kopiah tapi berbeda dengan kopiah yang kenakan Muslim Pakistan.

Selain itu, komunitas Kalash juga memiliki gaya arsitektur dan agama yang banyak dipengaruhi nenek moyang mereka dari Macedonia. Lantaran memiliki daya tarik, kawasan komunitas Kalash tinggal, menjadi objek wisata favorit warga Paskitan dan mancanegara. Lingkungan yang asri dan pemandangan puncak Hindu Khus menjadi nilai lebih.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement