Sabtu 01 Oct 2011 17:56 WIB

Tak Mau Kasus Calhaj Hilang, Asrama Haji Bekasi Dipasang CCTV

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI--Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji Embarkasi Haji Jawa Barat di Kota Bekasi, memperketat sistem pengawasan dengan memasang tujuh kamera Closed Circuit Television (CCTV) di lingkungan asrama.

"Kamera itu kita pasang untuk meningkatkan pengawasan terhadap 3.629 calon haji asal Jawa Barat (Jabar) yang tergabung ke dalam 85 kloter mulai hari ini," kata Kepala Bidang Haji Wakaf dan Zakat Kantor Kementerian Agama Jabar, Maman Sulaiman, di Bekasi, Sabtu.

Menurut dia, PPIH tidak menginginkan kasus hilangnya calon haji dari asrama yang terjadi pada pemberangkatan 4 November 2010 kembali terulang. Saat itu, calon haji asal Garut, Sudiman (56) yang tergabung dalam kloter 68 diketahui menghilang dari Embarkasi Haji Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan.

Ongkos Naik Haji (ONH) yang telah dilunasi pihak keluarga pun segera dikembalikan dalam jumlah utuh sekitar Rp30 juta akibat kondisi itu. Bahkan, pihak keluarga membawa masalah itu ke kepolisian.

"Kami tidak mau peristiwa itu terulang. Minimal dengan adanya kamera pemantau, kita bisa tahu aktivitas calon haji," katanya. Menurut dia, kamera tersebut akan dipasang di dalam lingkungan asrama dan beberapa titik perbatasan lingkungan embarkasi.

Selain pemasangan CCTV, kata Maman, pengamanan juga diperketat dengan melibatkan personel gabungan dari dinas Perhubungan, Kepolisian, Satpol PP dan Kodim 0507 Bekasi. "Mereka bertugas setiap hari mulai dari musim pemberangkatan hingga pemulangan," katanya.

Personel itu juga akan mengawasi secara langsung segala aktivitas di sekitar lingkungan embarkasi, termasuk setiap tamu yang masuk. "Pemberangkatan kloter perdana jamaah calon haji melalui embarkasi Jabar pada Sabtu (1/10) berasal dari Kabupaten Tasikmalaya yang dijadwalkan tiba di asrama pukul 18.00 WIB dan akan dilepas secara simbolis oleh Gubenur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, pada malam harinya," demikian Maman.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement