Sabtu 18 Oct 2014 07:18 WIB

Pendidikan Islam Menjawab (2)

Salah satu kegiatan santri di pondok pesantren.
Foto: Antara/Rudi Mulya/ca
Salah satu kegiatan santri di pondok pesantren.

Oleh: Ratna Ajeng Tejomukti     

Kiai Mustofa tidak heran, ketika saat ini banyak bermunculan profesor dan doktor, tetapi juga seorang koruptor. Generasi inilah yang sekarang lahir karena proses kegagalan pendidikan 30 tahun lalu.

Seharusnya baik sekolah umum, sekolah Islam, madrasah, maupun pesantren menekankan pembelajaran moral. Sekolah umum, misalnya, di dalam kurikulumnya terdapat pelajaran agama Islam, tetapi hanya diajarkan teori saja tanpa penerapan dan internalisasi dalam perilaku sehari-hari itu akan percuma.

 

“Pendidikan Islam juga harus diterapkan di tiga lingkungan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat,” jelas dia. Kiai Mustofa mengingatkan agar dalam mendidik tidak hanya teori, tapi akhlak dan perilaku harus diperhatikan.

Orang tua jangan sampai memberikan hadiah ketika teori mendapat nilai tinggi tetapi perilaku anak masih membantah nasihat orang tua dan berperilaku buruk. “Jangan juga memberi hadiah pembaca Alquran merdu tetapi berperilaku tidak baik,” terang dia.

Sebelum telanjur, perbaikan pendidikan saat ini mutlak dilakukan. Jika tidak, Kiai Mustofa mengingatkan, kita akan memanen generasi yang buruk 20-30 tahun mendatang. “Bahkan, bisa lebih buruk dari kondisi saat ini,” jelasnya.

Direktur Lembaga Pengkajian dan Penerapan Tauhid Universitas Djuanda (Unida) Bogor Dr Amir Mahruddin mengatakan, pendidikan Islam merupakan proses untuk memanusiakan manusia dengan Islam. Saat ini banyak manusia yang tidak memiliki karakter seorang manusia.

Bahkan, banyak manusia yang mengikuti perilaku kebinatangan dibandingkan prilaku manusia yang lebih beradab. Pendidikan Islam bertugas untuk mengarahkan manusia untuk berperilaku manusia bukan sebaliknya.

Menurutnya, pendidikan Islam yang ideal adalah pendidikan yang bersumber dari Alquran dan hadis. “Kita lihat saja bagaimana perilaku dan akhlak sahabat Rasul, Abu Bakar RA, Umar bin Khatab RA, Utsman bin Affan RA, dan Ali bin Abi Thalib RA yang sangat tinggi kesalehannya,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement