Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Unta Betina Nabi Saleh

Selasa 05 Feb 2019 05:05 WIB

Red: Agung Sasongko

Gurun pasir.

Gurun pasir.

Foto: Wordpress.com
Suara menggelegar itu telah membinasakan semua yang ada di daratan kaum Tsamud.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam surah al-Araf ayat 73 Allah menjelaskan tentang kaum Tsamud. Mereka adalah orangorang yang hidup di sekitar Nabi Saleh. Sang Nabi mengimbau mereka untuk menyembah Allah. Tak ada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu.

Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih (QS al-A'raf: 73).

Tsamud adalah kaum kuno Arab yang diperkirakan hidup sekitar milenium pertama sebelum Masehi. Mereka diperkirakan berasal dari wilayah Arab selatan, antara Hijaz dan Syam hingga lembah Qura yang kemudian pindah menuju utara. Kaum ini menetap di Gunung Athlab, Madain Shaleh, kota yang kini menjadi bangunan cagar budaya Kerajaan Saudi.

Para ahli tafsir dan nasab mengatakan, Tsamud bin Atsir bin Iram bin Saam bin Nuh merupakan saudara Jadis bin Atsir. Begitu juga dengan kabilah Thasm. Mereka merupakan masyarakat bangsa Arab yang hidup sebelum Nabi Ibrahim. Masyarakat Tsamud merupakan pengukir dan pemahat bukit yang baik. Karya mereka hingga saat ini dapat ditemui di Gunung Athlab dan di banyak bukit Arab bagian tengah.

Kisah tentang kaum Tsamud tak diceritakan dalam Taurat. Ahli kitab pun tidak mengetahui kabar dan keberadaan mereka. Namun, Alquran menjelaskan, kedua kaum ini. Dalam surah Ibrahim ayat 8-9, Musa berkata, Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi mengingkari (nikmat Allah SWT), maka sesungguhnya Allah Maha kaya lagi Maha Terpuji.

Saat perjalanan menuju Perang Tabuk, Rasulullah melewati Kampung Tsamud yang bernama Hijr. Beliau singgah bersama para sahabat di sana. Kemudian, sahabat mengambil air dari sumur-sumur di sana. Dengan air itu, mereka membuat adonan roti.


sumber : Dialog Jumat Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA