Kamis , 31 August 2017, 17:15 WIB

Dari Youtube, Jamillah Tahu Shalat Itu Ibadah yang Menenteramkan Hati

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Agung Sasongko
Onislam.net
Mualaf
Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar 23 tahun yang lalu, Jamillah Taha memutuskan untuk menikahi pria Muslim yang dia cintai. Kendati demikian, langkah tersebut tidak serta-merta membuat perempuan asal Australia itu meninggalkan keyakinannya sebagai pemeluk Kristen. Hidup dalam perbedaan dia jalani bersama sang suami selama belasan tahun. Sampai pada 2009, barulah hidayah Islam mengantarkan dirinya menjadi mualaf.

Hidup berumah tangga dalam perbedaan keyakinan diakui Jamillah tidaklah mudah. Apalagi, ketika anak-anaknya mulai beranjak dewasa, mereka dibuat bingung sendiri lantaran tidak adanya kesatuan pandangan orang tua mereka soal pendidikan agama.

“Oleh karenanya, meski beberapa negara mengizinkan pernikahan beda agama, saya menyarankan sebaiknya hal itu dihindari karena bisa menimbulkan masalah serius di kemudian hari,” tutur Jamillah membuka kisah, seperti dikutip laman I Found Islam.

Jamillah dibesarkan dalam lingkungan keluarga Kristen di Australia. Semasa kecilnya, ia kerap menjadi bulan-bulanan murid lainnya di sekolah. Sementara di rumah, ia juga sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari kakak laki-lakinya, baik secara fisik maupun mental. Sayangnya, orang tuanya justru acuh tak acuh saja atas semua pengalaman buruk yang ia alami tersebut.

Yang lebih memiriskan lagi, ketika Jamillah berusia 13 tahun, ia sempat menjadi korban pelecehan seksual oleh sepupunya selama berbulan-bulan. “Saya benar-benar kehilangan rasa percaya diri sejak saat itu. Beban psikologis yang harus saya hadapi sungguh berat,” ujarnya.

Selepas remaja, Jamillah bertemu dengan seorang pria Muslim bernama Taha. Ia pun jatuh cinta kepada lelaki tersebut. Awalnya, ayah dan ibunya tidak merestui keinginannya untuk menikah dengan Taha. Akan tetapi, kegigihannya memperjuangkan hubungan dengan pria itu akhirnya mampu meluluhkan hati kedua orang tuanya. “Ayah dan ibu akhirnya mau menerima Taha. Kami pun menikah,” kata Jamillah.