Sabtu , 10 June 2017, 17:00 WIB

Ramadhan Luruskan Fitrah

Red: Agung Sasongko
IST
Ramadhan
Ramadhan

OLEH: WISNU TANGGAP PRABOWO

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam adalah agama fitrah karena segala ajarannya selaras dengan tabiat manusia sehingga Islam pada dasarnya mudah. Sumber ketidakbahagiaan adalah menyimpang dari fitrah yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan pada manusia.

Manusia dan jin terlahir dengan fitrah untuk beribadah kepada Allah. "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS adz- Dzariyat: 56). Jika orientasi seorang hamba didominasi oleh dunia saja, maka hatinya akan senantiasa gelisah dan terpenjara.

Ibnu Taimiyah berkata dalam al 'Ubudiyah, "Hati tidak akan menjadi baik, tidak akan bahagia, tidak merasa nikmat, dan tidak merasa tenang kecuali menghamba kepada Rabb-nya semata serta kembali kepada-Nya." Seluruh manusia juga terlahir de ngan fitrah tauhid. Ketika seseorang berlaku syirik, kebahagiaan lahir batin dan dunia akhirat akan men jauh darinya. Roh seluruh manu sia bersaksi untuk menauhidkan Allah sebelum mereka terlahir di dunia.

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu hendak mengeluarkan keturunan anak cucu Adam dari sulbi tulang belakang mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka, 'Bukankan Aku Tuhanmu?' Mereka menjawab, 'Benar, kami bersaksi'." (QS al-A'raf: 175). Manusia juga dilahirkan dengan fitrah untuk menyukai lawan jenis kemudian berketurunan melalui pernikahan. "Hai manusia, sesung guhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan." (QS al-Hujurat: 13).

Menyalahi fitrah ini dengan melaku kan praktik homoseksual berarti mem balikkan fitrahnya, sebagaimana kaum Sodom dijungkirbalikkan oleh Allah. Mengetahui dan condong pada kebenaran adalah fitrah manusia lain nya. Menolaknya karena keangkuhan, hasad, atau menukarnya dengan per hiasan dunia menjadi sebab keseng saraan. "Maka adapun orang-orang yang beriman, mereka mengetahui bahwa itu benar-benar dari Tuhan mereka." (QS al-Baqarah: 26).

Manusia juga memiliki fitrah akan cinta pada kebersihan dan keindahan lahir dan batin. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda terkait fitrah kebersihan lahir, "Ada lima hal yang termasuk fitrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR Bukhari dan Muslim).

Selain pasangan dan keturunan yang saleh, jiwa hanya dapat mencapai keindahan dan kebahagiaan hakiki dengan mengingat Allah. "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS ar-Ra'du: 28).

Bulan Ramadhan mendorong manusia untuk mereset kembali fitrah nya yang bisa jadi selama seta hun berbelok oleh beragam kelalaian. Ramadhan mengajak manusia untuk kembali ke kesadaran penuh untuk apa ia diciptakan; apakah untuk memenuhi kebutuhan lahiriah saja atau menggapai kebahagiaan lahir dan batin di dunia ataupun di akhirat dengan mendekat kepada-Nya. Se orang Muslim dengan fitrah yang lurus akan bergembira dan bersegera mengisi Ramadhan dengan amal kebaikan dan ketaatan. ¦