Jumat , 22 September 2017, 15:43 WIB

Seorang Muslim Menjadi Komunis, Bolehkah?

Rep: A Syalabi Ichsan/ Red: Agung Sasongko
Waspada Bahaya Komunis: Pengunjuk rasa membentangkan spanduk berisi penentangan terhadap komunisme (Ilustrasi).
Waspada Bahaya Komunis: Pengunjuk rasa membentangkan spanduk berisi penentangan terhadap komunisme (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Komunisme menjadi isu yang kerap diperbincangkan ketika September mulai memasuki masa akhir. Di negeri ini, paham komunis melalui Partai Komunis Indonesia (PKI) menjejak catatan panjang sejarah republik. Noktah merah yang dicatat kaum komunis pada peristiwa 1948 dan 1965 membuktikan jika paham tersebut sungguh berbahaya dan mengancam jiwa umat manusia.

Ajaran komunisme bersumber dari Karl Marx. Ideologi ini tidak mengakui adanya penciptaan dan prinsip ketuhanan. Karl Marx secara nyata mendiskreditkan agama. Kutipan terkenal dari Marx tercatat dalam salah satu karyanya, A Contribution to The Critique of Hegels Philosophy Right. Dia menyatakan, Die Religion ... ist das Opium des Volkes. Artinya, agama adalah opium bagi masyarakat.

Ayat-ayat Alquran pun sudah sedari awal menyindir tentang prinsip-prinsip komunisme. "Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya, mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)." (QS at-Thur: 35-36).

Lewat Tafsir Fizhilalil Quran, Said Quthb menjelaskan, keberadaan manusia tanpa sesuatu merupakan perkara yang diingkari sejak dini oleh penalaran dan tidak bisa diperdebatkan lagi. Kalaulah keberadaan mereka sebagai pencipta diri sendiri, hal itu tidak pernah dilontarkan atau di klaim seorang pun. Jika kedua hipotesis ini tidak dapat diterima fitrah penalaran, tiada lagi kebenaran kecuali yang dikatakan Alquran.

Kebenaran itu ialah bahwa mereka semua merupakan makh luk Allah Yang Esa. Allah yang tidak bermitra dengan siapa pun dalam menciptakan dan menjadikan makhluk. Karena itu, tidak ada sesuatu pun dilibatkan dalam penghambaan dan peribadatan terhadap-Nya.

Alquran pun menghadapi mereka dengan keberadaan langit dan bumi. Apa kah mereka yang telah menciptakannya? Langit dan bumi tidak tercipta dengan sendirinya, sebagaimana mereka tidak menciptakan dirinya sendiri.