REPUBLIKA.CO.ID, SANAA — Arab Saudi meminta Oman untuk mendekati Ansar Allah (Houthi) guna mengajukan usulan gencatan senjata selama dua pekan.
Menurut seorang sumber senior kepada Al Mayadeen, Kamis(17/9/2026), selama masa gencatan senjata tersebut, kedua pihak akan menggelar pembicaraan mengenai penyelesaian isu kemanusiaan di Yaman.
Sumber tersebut mengungkapkan, Riyadh mengindikasikan kesepakatan penanganan situasi kemanusiaan di Yaman bakal diumumkan selama periode gencatan senjata yang diusulkan.
Perkembangan ini terjadi di tengah kembali meningkatnya eskalasi militer di Yaman. Angkatan Bersenjata Yaman terus menghadapi pasukan yang didukung Arab Saudi di beberapa wilayah provinsi.
Saudi berpaling ke Oman
Kepala Biro Al Mayadeen di Yaman, Abdullah al-Farah, menilai langkah Arab Saudi memperlihatkan keputusan Riyadh untuk menempuh jalur mediasi. Langkah ini diambil setelah Riyadh gagal membangun aliansi guna menekan Sanaa.
Pasukan yang didukung Arab Saudi belakangan meningkatkan mobilisasi lapangan di sejumlah wilayah. Mobilisasi ini direspons Angkatan Bersenjata Yaman dengan melancarkan serangan pencegahan (preemptive strikes) terhadap posisi dan pergerakan mereka.
Di sisi lain, Arab Saudi terus menggempur sejumlah provinsi di Yaman melalui serangan udara, yang kemudian dibalas oleh pasukan Yaman.