Jumat 18 Sep 2026 14:19 WIB

Saudi Dilaporkan Minta Gencatan Senjata Dua Pekan

Sikap Saudi memperlihatkan keputusan Riyadh untuk menempuh jalur mediasi.

Seseorang menyaksikan siaran televisi mengenai perkembangan terkini konflik Saudi-Houthi di Sana
Foto: EPA/Yahya Arhab
Seseorang menyaksikan siaran televisi mengenai perkembangan terkini konflik Saudi-Houthi di Sana

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA — Arab Saudi meminta Oman untuk mendekati Ansar Allah (Houthi) guna mengajukan usulan gencatan senjata selama dua pekan.

Menurut seorang sumber senior kepada Al Mayadeen, Kamis(17/9/2026), selama masa gencatan senjata tersebut, kedua pihak akan menggelar pembicaraan mengenai penyelesaian isu kemanusiaan di Yaman.

Baca Juga

Sumber tersebut mengungkapkan, Riyadh mengindikasikan kesepakatan penanganan situasi kemanusiaan di Yaman bakal diumumkan selama periode gencatan senjata yang diusulkan.

Perkembangan ini terjadi di tengah kembali meningkatnya eskalasi militer di Yaman. Angkatan Bersenjata Yaman terus menghadapi pasukan yang didukung Arab Saudi di beberapa wilayah provinsi.

photo
Militan Houthi dalam sebuah kendaraan militer usai menguasai kota pelabuhan Mokha, Yaman. Foto dirilis ke media pada 13 September 2026. - (EPA/Houthi Military Handout)

Saudi berpaling ke Oman

Kepala Biro Al Mayadeen di Yaman, Abdullah al-Farah, menilai langkah Arab Saudi memperlihatkan keputusan Riyadh untuk menempuh jalur mediasi. Langkah ini diambil setelah Riyadh gagal membangun aliansi guna menekan Sanaa.

Pasukan yang didukung Arab Saudi belakangan meningkatkan mobilisasi lapangan di sejumlah wilayah. Mobilisasi ini direspons Angkatan Bersenjata Yaman dengan melancarkan serangan pencegahan (preemptive strikes) terhadap posisi dan pergerakan mereka.

Di sisi lain, Arab Saudi terus menggempur sejumlah provinsi di Yaman melalui serangan udara, yang kemudian dibalas oleh pasukan Yaman.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi